RUSDIYONO, Kata Nabi Saw : Sesungguhnya Diantara Ungkapan Kata Dan Keterangan Adalah Sihir

- Redaksi

Selasa, 23 Juli 2024 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamflet Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Untuk Kedua Kali Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, Periode 2024 - 2027

Pamflet Ucapan Selamat Atas Terpilihnya Untuk Kedua Kali Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, Periode 2024 - 2027

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ibarat putaran bumi yang tidak pernah berhenti berputar yang memancarkan cahayanya dari ufuk timur untuk menerangi kehidupan.

Pun demikian, “Ucapan Selamat” atas terpilihnya kembali Bung Rusdiyono sebagai Ketua DPC PWRI Kabupaten Sumenep, Periode 2024-2027, seakan memberi harapan baru terhadap kondisi media massa untuk kembali ke jati dirinya.

Rebut Kendalinya…
Sejak awal perkembangan Islam, dakwah dengan lisan sudah dirasa kurang memadai. Adalah Rasulullah Saw, sendiri yang mulai merintis dakwah melalui media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa raja dan kepala suku, Beliau ajak masuk Islam melalui surat yang dikirim oleh kurir terpercaya. Di antara mereka ada yang merespon secara positif, tetapi ada juga yang menolak.

Rasulullah Saw, tidak berputus asa. Beliau terus melakukan dakwah ini hingga sebagian besar raja-raja dan kepala suku di sekitar jazirah Arab masuk Islam.

Tradisi ini dilanjutkan oleh para Sahabat serta para pengikutnya. Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Anas, Ibnu Umar, dan ‘Aisyah, adalah sebagian nama-nama di antara para Sahabat yang rajin mewartakan segala aktivitas kenabian Muhammad Saw.

Melalui catatan-catatan merekalah segala ucapan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah Saw, yang kemudian disebut Hadits itu, sampai kepada kita.

Selanjutnya, tradisi mencatat dan mewartakan kepada khalayak ramai terus berkembang. Jurnalis-jurnalis Muslim terus bermunculan dengan karya-karya jurnalistiknya yang spektakuler.

Di antara mereka adalah Imam Malik, Imam Syafi’i, Ahmad bin Hambal, Hanafi, Abu Dawud, Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rushd, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridha.

Baca Juga :  Dua Gelar Kehormatan Elit NU Diberikan Kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi

Pelopor teknologi media sejurus dengan munculnya para jurnalis Muslim tersebut, teknologi media juga berkembang pesat.

Saat dunia Barat masih tenggelam dalam abad kegelapan, dunia Islam sudah mulai mengembangkan produk kertas dengan kualitas yang memuaskan.

Sejarawan Barat, Philip K Hitti, menunjukkan bahwa kertas termasuk di antara hasil karya besar yang pernah dipersembahkan Islam kepada Eropa dan dunia.

Bangsa Arab telah mengetahui betul cara pembuatan kertas, sementara Eropa baru mengenalnya pada abad ke 16. Orang-orang Arablah yang memasukkan kertas yang terbuat dari kapas ke negara-negara Eropa.

Di Andalusia terdapat pabrik kertas bernama Syatibah untuk memenuhi Eropa Barat, sedang Eropa Timur langsung membelinya dari negara-negara Timur Tengah, seperti Damaskus yang terkenal dengan produk kertasnya bernama Charta Damasina.

Sejarawan Yunani, Jutich, berkata; “Bangsa Arab telah mengajari kita mencetak buku dan membuat kompas. Bangsa Andalusia telah mengenal cetak mencetak dengan huruf sebelum Guttenbergh. Tokoh percetakan berkebangsaan Jerman itu menciptakan mesin cetak 400 tahun berikutnya.”

Tidak hanya itu, kaum Muslimin lah yang pertama kali menemukan metode baca-tulis bagi orang-orang yang buta, sebelum Braille (1829). Penemunya adalah Zaiduddin Al-Amidy, pada tahun 1312. Ini semua membuktikan bahwa dalam bidang media, khususnya media cetak, kaum Muslimin lah pelopornya.

Baca Juga :  Kapolsek Sapudi AKP Siswantoro Hadiri Pencairan BLT di Desa Gayam, Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Pada Abad Ke 20, media massa mulai bergeser menjadi industri yang dimanfaatkan hanya untuk mengurus keuntungan bagi pemilik modal. Eksploitasi untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya itu, telah menjadikan dirinya tak lagi memiliki ideologi, kecuali keuntungan itu sendiri.

Dengan ideologi baru ini, sebagian besar isi media lebih banyak berupa entertainment (hiburan) yang menjadi kecenderungan hawa nafsu.

Dapat dibayangkan ketika eksploitasi hawa nafsu bertemu dengan modal besar dan media massa, maka daya rusaknya pun menjadi sangat dahsyat. Inilah bencana yang amat mengerikan bagi kemanusiaan; khususnya ummat Islam.

Pedang Bermata Dua…

Ya, bermata dua. Pada dasarnya media apa pun, baik cetak maupun elektronik, merupakan pedang bermata dua; yang bisa digunakan untuk menyebarluaskan kebenaran dan kebaikan, sekaligus bisa dipakai untuk mempropagandakan kejahatan dan kesesatan.

Media massa bersifat netral, sangat tergantung kepada siapa dibelakangnya.

Kata-kata memang ajaib. Benar kata Nabi Saw, di antara *bayan* memang ada sihirnya. Di antara kata-kata yang menjelaskan itu, memang dapat membius seseorang untuk berpikir seperti yang diharapkan penulisnya, meskipun gagasan-gagasan itu tidak diungkap secara langsung dan terbuka.

Pada kata-kata yang dikemas rapi, ada nilai-nilai yang dapat mengantarkan diri kita pada kebenaran. Ia membekas dalam hati. Kadang kita merasakannya secara langsung, tetapi kadang tanpa kita sadari.

Kita menenggelamkan diri dalam bacaan, dan setelah satu rentang waktu berlalu, diri kita ternyata telah berubah

Baca Juga :  Jangan Lupa Nanti Malam! Paberasan Gelar Haul Akbar dan Pengajian Umum

Ada yang berubah menjadi lebih baik, sehingga mereka yang dulu dipenuhi dengan kejahilan-kejahilan, sekarang telah menemukan kearifan.

Tetapi, Ada tetapinya.

Ada juga dan tidak sedikit jumlahnya yang berubah ke arah yang buruk. Mereka yang dulunya fasih membacakan dalil-dalil untuk menjadi pegangan hidup, sekarang fasih memelintir dalil-dalil untuk memperoleh penghidupan.

Ya, kata-kata memang ajaib. Apa yang menggerakkan mereka untuk membaca, akan menentukan bagaimana mereka menyerap, menyaring, mengolah dan memaknai informasi yang mereka lahap.

Teringatlah saya dengan Theodore Herzl, tokoh yang telah menggerakkan jutaan manusia untuk rela berdarah-darah mendirikan Negara Israel Raya dengan merampas tanah orang-orang Palestina.

Ia menulis dalam buku hariannya sepulang dari Kongres Basel, tahun 1897. Kata Herzl :

“Di Basel, aku dirikan Negara Yahudi. Jika aku katakan dengan lantang hari ini, aku akan disambut dengan tertawaan orang-orang se-dunia. Mungkin dalam lima tahun, tetapi pasti dalam 50 tahun, setiap orang akan menyaksikannya.”

Apa yang membuat Benyamin Se’ev nama lain dari Theodore Herzl begitu yakin?

MEDIA & KEKUATAN JARINGAN

Ya, media memainkan pikiran manusia, menggiring orang yang paling benci sekali pun untuk sekurang-kurangnya tidak peduli.

Semoga dengan kepemimpinan Bung Rusdiyono, PWRI Cabang Sumenep, semakin mendidik pikiran rakyat.

GO AHEAD

Selamat Bekerja Bung. Ingat! Ujung Pena Lebih Tajam Dari Ujung Pedang

Satelit
Selasa, 23/7/2024

JO PANAONGAN (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU