JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep berkolaborasi dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paberasan I menggelar kegiatan acara Jaksa Masuk Sekolah (JSM).
Kegiatan bertempat di SDN Paberasan I Jalan Raya Gapura Dusun Pandian Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep pada hari Rabu 17 Juli 2024 kemarin.
Turut hadir dalam kesempatan acara JSM tersebut, Jaksa Fungsional Kejari Sumenep, Nur Fajriyah, SH, MH, perwakilan dari Rutan Kelas IIB Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga hadir, Wakil Kepala SDN 1 Paberasan beserta dewan guru dan ratusan siswa-siswi SDN Paberasan 1 lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Jaksa Fungsional (JF) Kejaksaan Negeri Sumenep, Nur Fajriyah, SH, MH mengatakan bahwa perilaku bullying jangan sampai terjadi di lingkungan sekolah.
“Untuk itulah kita gelar kegiatan sosialisasi seperti yang kita lakukan hari ini, di SDN Paberasan I Sumenep,” kata Nur Fajriyah, SH, MH.
Menurut Jaksa Nur sapaannya pencegahan sedini mungkin harus dilakukan karena dampaknya terhadap anak usia dini sangat berakibat fatal.
“Seperti merasa minder dan rasa takut yang sangat mendalam akan menimpa peserta anak didik,” ungkap Jaksa asal Kabupaten Sampang itu.

Bahkan kata dia kalau bullying dilakukan secara keterlaluan akan menyebabkan korban cidera dan hal itu tidak terasa bagi kalangan anak-anak sekolah.
“Inikan momentnya tahun ajaran baru, jadi pas kita kasih pemahaman dan himbauan kepada para siswa-siswi untuk stop bullying khusus dilingkungan sekolah,” terangnya.
Biasanya kejadian itu kata Nur Fajriyah, bullying terjadi kepada para siswa-siswi yang baru masuk sekolah, mereka sering di usilin atau di bully.
“Melalui kegiatan sosialisasi stop bullying ini diharapkan siswa-siswi mengerti dan memahami akan bahaya bullying dan dampaknya,” tutupnya.

Secara terpisah, Kepala SDN Paberasan I Kecamatan Kota Sumenep, Sufiati, SPd menyampaikan terima dan apresiasi kepada tim program Jaksa Masuk Sekolah (JSM).
“Kami mewakili dewan guru dan para siswa menyampaikan terima kasih kepada Kejari Sumenep yang memberikan pemahaman dampak negatif bullying kepada siswa,” jelasnya kepada media ini, Kamis (18/07/2024).
Ia menuturkan peserta anak didik yang diikuti sertakan dalam acara sosialisasi stop bullying (perundungan) dihadiri ratusan siswa-siswa SDN Paberasan I Sunenep.

“Saya mengikutsertakan anak didik untuk kelas 3 sampai 6 saja, sedangkan kelas 1 dan 2 tidak diikutkan dalam acara ini,” tutur Sufiati, SPd.
Dirinya berharap dengan digelarnya acara ini disekolahnya, akan membawa angin segar dan dampak positif dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Paberasan I.
“Semoga acara sosialisasi stop bullying, apa menjadi ketakutan kita bersama khususnya saya, dewan guru dan masyarakat Paberasan tidak akan terjadi di sekolah kami,” pungkasnya. (REDJAVA****)








