Presiden Joko Widodo : Penegak Hukum Diminta Perhatikan TPPU Pendanaan Terorisme

Senin, 18 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Presiden Jokowi Mendagri, Menkopolhukam, Kapolri, Kepala PPATK, Dan Kepala BNPT

Foto Presiden Jokowi Mendagri, Menkopolhukam, Kapolri, Kepala PPATK, Dan Kepala BNPT

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 18 April 2022,

Presiden Joko Widodo Mengingatkan Kepada Penegak Hukum agar memperhatikan
pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pendanaan terorisme selama dua dekade ini.

” Kita jangan sampai kecolongan soal itu,” Ujar Presiden Jokowi.

Sehingga Penegak Hukum Termasuk Polri perlu memperhatikan hal tersebut,agar Negara Tidak Kecolongan.

Presiden pun mengapresiasi kerja keras Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan para pemangku kepentingan yang terus berupaya mengefektifkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan pendanaan terorisme selama dua dekade ini. Namun, Presiden mengingatkan untuk tidak berpuas diri karena tantangan ke depan akan makin berat.

Baca Juga :  Kabaharkam Polri Buka Pertemuan The 14th Asian Forensic Sciences Network 2022

“Potensi kejahatan siber juga makin meningkat, muncul berbagai modus bentuk-bentuk baru kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme,” ujar Presiden saat memberikan arahan pada Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 18 April 2022.

Presiden memahami bahwa pencengahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme tidak dapat dilakukan sendiri oleh PPATK. Untuk itu, Presiden mendorong seluruh pihak mulai dari instansi pemerintah, industri keuangan, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan Indonesia.

“Kita perlu membangun sinergi untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan upaya penyelamatan, upaya pengembalian, dan pemulihan keuangan negara,” lanjutnya.

Baca Juga :  Panggil Jajaran Polri, Presiden Jokowi Instruksikan Hal ini

Dalam memerangi tindak kejahatan ekonomi yang makin masif, Presiden meminta PPATK untuk menemukan terobosan hukum atas berbagai permasalahan yang fundamental dan secepatnya melakukan transformasi digital. Misalnya, peningkatan layanan digital dengan mengembangkan platform pelayanan baru dan menyempurnakan layanan digital yang sudah ada.

“Mengembangkan pusat pelayanan digital yang lengkap, terintegrasi, dan real time, dan mampu melayani para pemangku kepentingan dengan cepat, mudah, tepat, dan akurat,” tambahnya.

Selain itu, Presiden meminta seluruh kementerian/lembaga termasuk PPATK yang merupakan focal point dan lembaga intelijen keuangan (FIU) untuk jeli dan bergerak cepat dalam menangani modus baru tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Menurut Presiden, tindak pidana tersebut telah melewati batas negara dan menjadi kejahatan internasional.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Hadiri Jamuan Makan Malam PM Kamboja

“Lakukan antisipasi sedini mungkin di berbagai tingkatan untuk mencegah upaya-upaya yang dapat mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan kita, dan mengantisipasi peningkatan kejahatan ekonomi seperti cyber crime dan kejahatan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.(FRN)

Berita Terkait

PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat
Demi Keselamatan Berkendara, Satlantas Sumenep Pilih Sentuh Hati Ojol Lewat Cara Ini
PT BPRS Bhakti Sumekar Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya KH Abus Suyuf Ibnu Abdillah, Ulama Kharismatik Pengasuh PP Mathali’ul Anwar
Di Hadapan Kodaeral V, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Penguatan Identitas Maritim Sumenep
GEN Sumenep Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya, Generasi Muda Diajak Menjadi Penjaga Peradaban Madura
Kapolres Sumenep Hadiri Kunker Komandan Kodaeral V/Surabaya di Keraton Sumenep, Sinergi TNI–Polri Kian Solid
Percasi Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Lewat Friendly Match dengan Pamekasan
Satresnarkoba Polres Sumenep Bongkar Kasus Sabu 2,34 Gram, Dua Pria Ditangkap di Paberasan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:39 WIB

PCNU Sumenep Berduka, KH Moh. Sa’id Abdullah Wafat, KH Widadi Rahim: Mautul Alim, Kehilangan Besar bagi Umat

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:46 WIB

Demi Keselamatan Berkendara, Satlantas Sumenep Pilih Sentuh Hati Ojol Lewat Cara Ini

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:01 WIB

PT BPRS Bhakti Sumekar Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya KH Abus Suyuf Ibnu Abdillah, Ulama Kharismatik Pengasuh PP Mathali’ul Anwar

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:59 WIB

Di Hadapan Kodaeral V, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Penguatan Identitas Maritim Sumenep

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:59 WIB

GEN Sumenep Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya, Generasi Muda Diajak Menjadi Penjaga Peradaban Madura

Berita Terbaru