Intip Bekas Pemakaman Belanda di Sumenep, Jejak Sejarah Yang Terbengkalai

Senin, 29 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemakaman Belanda kuno di Sumenep, Jawa Timur

Pemakaman Belanda kuno di Sumenep, Jawa Timur

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Sumenep, Jawa timur, terdapat kompleks bekas pemakaman Belanda yang kini menyimpan jejak sejarah yang terbengkalai.

Lokasi yang dikenal Kerkhoof ini, berada di kawasan Kalianget, tidak jauh dari Benteng Kalimo’ok yang dahulu menjadi bagian penting dari pertahanan VOC.

Pada masa kejayaan industri di Kalianget, kompleks pemakaman Belanda ini menjadi saksi bisu kota modern pada zaman kolonial Belanda kala itu. Meski kini kondisinya rusak dan ditumbuhi semak belukar, dulu kompleks ini terlihat megah dengan ornamen bernilai arsitektur tinggi.

Baca Juga :  Enam Putra-Putri Sumenep Ukir Prestasi Gemilang di MTQ Jawa Timur XXXI

Namun, Keindahan tersebut perlahan sirna seiring kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Marmer, patung, hingga nisan berharga mulai hilang satu per satu, menyisakan puing-puing sebagai saksi bisu zaman yang telah berlalu. Bahkan beberapa jenazah pun dibawa pulang oleh keluarganya ke Belanda untuk disemayamkan kembali.

Namun, ada dua makam yang masih dapat diidentifikasi di antara banyaknya yang terbengkalai yakni milik keluarga Landerman dan Dirk Van Duyne.

Baca Juga :  Rutan Sumenep Catat Skor Nyaris Sempurna, Indeks Pelayanan Tembus 98,30

Sosok Dirk Van Duyne dikenal sebagai pendiri hotel pertama di Pulau Madura yakni Hotel Van Duyne. Sayangnya, tempat bersejarah ini sekarang tertutup semak belukar lebat, hampir tidak bisa diidentifikasi lagi.

Kompleks pemakaman Belanda di Sumenep ini adalah warisan bersejarah yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Meskipun kini terbengkalai, kehadirannya menjadi pengingat akan masa lalu yang perlu dihargai dan dipelajari oleh generasi saat ini. (REDJAVA****)

Baca Juga :  DISNAKER Sumenep Matangkan RTKD 2025–2029: Pastikan Data Valid, Kebijakan Tepat Sasaran

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru