JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pemuda Masjid Jami’ Sumenep akan menggelar doa bersama, istighosah dan penggalangan dana bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Kegiatan ini akan diselenggarakan di serambi Masjid Jami’ Jalan Trunojoyo Kelurahan Bangselok, pada hari Sabtu, 11 November 2023, pukul 07.00 WIB sampai selesai.
Sementara itu, Ketua Pemuda Masjid Sumenep, Fauzi Al Qodori mengatakan tujuan digelarnya kegiatan ini sebagai bentuk empati kepada Palestina.
“Selain itu juga untuk membangun nurani kemanusiaan kepada warga Palestina yang kini dilindas Zionis Israel,” kata Fauzi Al Qodori pada media ini, Selasa (07/11/2023).
Dirinya sangat mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang terjadi di Palestina akhir-akhir ini, sehingga kita ini harus memberikan dukungan dan doa kepada mereka.
“Semoga dengan doa bersama, istighosah dan penggalangan dana ini dapat memberikan kemaslahatan bagi warga Palestina yang sedang tertindas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kiai Hairul Anam selaku ketua panitia Istighosah sangat mendukung upaya Pemerintah RI dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada rakyat Palestina.
“Ini semuanya untuk meringankan beban warga Palestina. Dan kami menuntut kemerdekaan penuh bagi negara Palestina,” ujar Kiai Hairul Anam.
Kiai Hairul Anam yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Fatwa MUI Sumenep menyatakan acara ini sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam atas kekejaman zionis Israel.
“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai dukungan kepada Palestina untuk merdeka,” tegasnya.
Pihaknya menyerukan proses perdamaian perang dengan berdasarkan pada hak asasi manusia dan saling menghargai antar kedua pihak, Palestina dan Israel.
“Mari kita peduli kepada warga Palestina, baik dengan doa dan bantuan dana sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kita,” ungkap Kiai Hairul Anam.
Lebih lanjut Kiai Hairul Anam menambahkan pihaknya akan menyediakan kotak bantuan dalam penggalian bantuan kemanusiaan Palestina di Masjid Jami’ Sumenep.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk selalu tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Selain itu juga harus bisa memilah informasi yang benar agar nantinya tidak terprovokasi,” pungkasnya. (REDJAVA****)











