2.741 PETI Tidak Bisa Diatasi, Pelaku Utama Sulit Ditangkap, Agus Florez : Nanti Ribuan Wartawan FRN Yang Cari

- Redaksi

Sabtu, 26 Maret 2022 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Fast Respon Nusantara Agus Florez

Ketua Umum Fast Respon Nusantara Agus Florez

JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Sudah Hal Biasa Rakyat Kecil di Tangkap akibat Tambang Ilegal, kalau Pelaku Utama sudah menjadi hal biasa dibiarkan merasakan angin segar, Hal itu disampaikan Ketua Umum Fast Respon , Sabtu (26/2).

” Jangan tanya dimana PETI tidak bisa dibersihkan , karena Dugaan saya Penegak Hukum masih Lemah melakukan Penangkapan Pelaku Utama Pertambangan Tanpa Izin (PETI) ,” tegas Agus Flores.

Padahal, Menurut Agus, PETI tersebut Atensi Presiden Jokowidodo, tak mampu juga membedung Kekuatan Gurita Mafia Tambang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Garis Koordinasi Masih Kurang, sehingga tetap merajalela tambang PETI,” tegas Pengacara ini.

Baca Juga :  BKAD SUMENEP LUNCURKAN SADHEKA, SEWA ASET DAERAH KINI BERBASIS DIGITAL

Agus Florez mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada 2.741 lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) alias tambang ilegal di Indonesia.
dari jumlah tersebut, tambang ilegal batu bara tersebar di 96 lokasi dan 2.645 lokasi tambang ilegal untuk komoditas mineral.

Lantas, kenapa keberadaan PETI ini tak kunjung bisa diberantas? Agus mengatakan bahwa PETI merupakan keserakahan orang-orang yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari sumber daya alam yang ada tanpa mengindahkan peraturan.

“PETI merugikan semua rakyat, PETI rugikan negara, PETI gak bayar pajak, PETI gak bayar royalti, PETI tidak bayar PNBP, dan PETI cenderung bunuh pelaku-pelakunya,” Ujar Agus Florez.

Baca Juga :  Hadiri Jamasan Keris di Desa Aeng Tong-Tong, Wujud Komitmen Kapolres Sumenep Untuk Jaga dan Lestarikan Budaya Leluhur

Kenapa terus menjamur, karena salah satunya oknum petugas-petugas, aparat-aparat, pejabat-pejabat yang harusnya berperan tiadakan malah terlibat.

Lebih lanjut Agus menegaskan bahwa PETI ini adalah masalah bersama, karena keberadaan PETI sudah menjamur dan menggurita. Satu-satunya jalan mengatasinya menurutnya adalah melalui gerakan bersama ribuan media dan masyarakat.

“Inilah yang bisa berantas PETI. Sudah berpuluh-puluh tahun, berbagai langkah dan berbagai regulasi dibuat tapi belum bisa terlaksana, mari buat ini sebagai gerakan bersama,” ucapnya.

Dia mengajak generasi milenial, menjadi motor penggerak pemberantasan PETI, baik milenial berpendidikan dari kalangan mahasiswa , Media Pers, hingga LSM.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Puncak Peringatan HUT Bhayangkara Ke-76 Secara Virtual

Mari jadikan kesempatan ini gerakkan upaya seluruh komponen bangsa tiadakan dan timpas PETI. Karena rugikan negara, rusak lingkungan, dan rusak masa depan kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan PETI menimbulkan setidaknya enam dampak. Pertama, menghambat kegiatan usaha bagi pemegang izin resmi. Kedua, membahayakan keselamatan bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

“Ketiga berpotensi terjadi kerusakan lingkungan hidup, yakni menimbulkan potensi bahaya banjir, longsor, dan mengurangi kesuburan tanah,” paparnya.(“)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Breaking News: Lahan Terbakar di Bluto Sumenep, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api
Gong Kemerdekaan Ditabuh, Rutan Sumenep Resmi Buka Pekan Olahraga dan Seni
Disdik Sumenep Tampil Perkasa, Pertahankan Gelar Juara I Tenis Meja HUT RI ke-81
Gerak Cepat Disperkimhub Sumenep Perbaiki PJU Ganding–Guluk-Guluk, Camat Moh. Halil Rosihan Beri Apresiasi
Awal Manis SDN Pakandangan Sangrah di HUT ke-81 RI, Raih Juara Harapan III Tartil dan Optimistis Cetak Generasi Berprestasi
Semarak HUT RI ke-81, Kecamatan Dasuk Awali Rangkaian Lomba dengan Jalan Sehat Massal
Satlantas Sumenep Ingatkan Pekerja Proyek, Material di Badan Jalan Bisa Picu Kecelakaan
Bupati Fauzi Pastikan Harga Tembakau 2026 Lebih Berkeadilan, Petani Sumenep Kian Terlindungi

BERITA TERKAIT

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Breaking News: Lahan Terbakar di Bluto Sumenep, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Gong Kemerdekaan Ditabuh, Rutan Sumenep Resmi Buka Pekan Olahraga dan Seni

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Disdik Sumenep Tampil Perkasa, Pertahankan Gelar Juara I Tenis Meja HUT RI ke-81

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Gerak Cepat Disperkimhub Sumenep Perbaiki PJU Ganding–Guluk-Guluk, Camat Moh. Halil Rosihan Beri Apresiasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Awal Manis SDN Pakandangan Sangrah di HUT ke-81 RI, Raih Juara Harapan III Tartil dan Optimistis Cetak Generasi Berprestasi

BERITA TERBARU