JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, SH, SIK, MH menggelar kegiatan Jum’at Curhat bersama Kajari dan Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Sumenep, Jum’at (22/09/2023).
Kegiatan Jum’at Curhat kali ini untuk menyikapi penyegelan SMKN 1 Kalianget oleh ahli waris Drs. Achmad Dahlan, MSi, dan berlangsung di ruang Kajari Sumenep. Jalan KH Mansyur Desa Pabian Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep.
Setelah mendengarkan keluhan para guru SMKN 1 Kalianget terkait penyegelan sekolah tersebut, Kapolres Sumenep langsung berkoordinasi dengan Kejari Sumenep tentang putusan PN Sumenep Nomer 05//Pdt.G/2005/PN.Smp dan Pengadilan Tinggi Surabaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan kali untuk mencari jalan keluar terkait permasalahan penyegelan SMKN 1 Kalianget,” kata Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, SH, SIK, MH.
Akibat penyegelan pintu gerbang SMKN 1 Kalianget belum dibuka kata orang nomer satu di lingkungan Korps Bhayangkara Sumenep itu, tentunya mengakibatkan siswa belajar secara online di rumah masing-masing.
“Termasuk para guru dan ASN di SMKN 1 Kalianget yang juga tidak dapat masuk ke tempat kerja,” terang Kapolres Sumenep.
Dari hasil koordinasi, Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko SH, SIK, MH dengan Kajari Trimo, SH, MH bahwa permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan jalan Pemkab Sumenep harus membayar ganti rugi kepada ahli waris.
“Kesepakatan pembayaran ganti rugi saat ini masih proses negosiasi antara Pemkab Sumenep dengan ahli waris agar permasalahan SMKN 1 Kalianget dapat terselesaikan sehingga para siswa bisa belajar kembali,” pungkasnya. (REDJAVA****)









