JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kontingen Karate Kabupaten Sumenep meraih 6 medali pada “Kejuaraan Karate Festival and Open Turnamen” tingkat Nasional yang digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kota Malang Jawa Timur.
Enam medali yang diraih karateke Sumenep pada event yang digelar selama dua hari di GOR Ken Arok, Kota Malang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-109 Kota Malang tersebut meliputi 1 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu.
Medali emas diperoleh Cryzilia Zabrina di kelas kumite perorangan -30 kg pemula putri kategori Festival, 3 medali perak diperoleh Mohammad Safran Ali Wafi Hasan di kelas kata perorangan pra pemula putra kategori open, lalu Wira Candra Kusuma kata perorangan pemula putra kategori festival, dan Achmad kahfie El Azzam Hasan kumite perorangan -25 kg usia dini putra kategori festival.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan 2 medali perunggu diraih Eriesta Indah kumite perorangan – 50 yunior putri kategori open dan Moh. Efendi firdaus kumite perorangan -35 pra pemula putra kategori festival.
Ketua Harian Federasi Karate do Indonesia (Forki) Kabupaten Sumenep Achmad Santoso menerangkan, perolehan yang diraih atlet-atlet itu kurang memuaskan.
Sebab, atlet yang dipersiapkan untuk terjun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023 mendatang hanya sanggup meraih medali perunggu.
“Dengan perolehan ini kami sedikit kecewa, karena dari 11 atlet yang kami terjunkan hanya meraih 6 medali. Dan itupun kebanyakan diraih di kategori festival,” ujarnya, Senin (06/03/2023).
Meski demikian Achmad Santoso mengakui jika persaingan pada kejuaraan yang diikuti hampir 3.000 karateka dari seluruh Jawa timur, Jogja Bali, NTB, NTT untuk memperebutkan juara Piala Walikota Cup itu sangat ketat.
Bahkan pihaknya menilai jika persaingan para atlet khususnya di Jawa Timur semakin berkembang pesat.Karena hampir setiap minggu, mereka mengikuti kejuaraan.
“Perkembangannya sangat pesat sekali saat ini. Karena hampir setiap minggu mereka mengikuti kejuaraan. Sehingga para atlet terus menjalani latihan,” ungkapnya.
Achmad Santoso juga menambahkan, untuk di Kabupaten Sumenep pihaknya tidak dapat menerapkan apa yang dilakukan daerah lainnya. Karena selama ini terbentur dengan jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para atlet disekolahnya. (REDJAVA****).









