JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kapal tongkang tanpa muatan dengan tonase kotor lebih dari 3.000 GT yang dilaporkan hilang di perairan Masalembu, dipastikan posisinya sudah bergeseer.
Hal itu diungkapkan kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Masalembu Rahmat Rahem. Menurutnya pada saat dilaporkan hilang pada 12 februari lalu, posisinya sudah menjauh ke arah timur Masalembu.
“Kita sudah sisir dan tidak ada di perairan Masalembu, mungkin terus terdorong ketimur sekitar perairan Sulawesi,” ucap Rahmat Rahem lewat pesan WhatsAppnya, Selasa (21/2/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat koordinasi lintas adpel termasuk dengan tim Basarnas terkait dengan hilangnya kapal tongkang itu. Namun hingga saat ini belum ditemukan posisisnya.
“Kalau ada diperairan Masalembu tentu sudah kami laporkan ke Pelabuhan induk, karena kami tersebut dan dilintasi,” ungkapnya.
Kapal tongkang milik PT Pelayaran Pasifik Indonesia (PPI) itu belum ditemukan usai dilaporkan hilang pada minggu (12/2/2023). Tongkang itu berlayar dari Pelabuhan Banjarmasin menuju Pelabuhan Dock di Lamongan.
Saat berada di Perairan Masalembu, kapal itu kemudian mengalami mati mesin sebelah kanan sehingga kapal tidak bisa maju. Tak lama usai kapal penarik mengalami mati mesin, kondisi cuaca di perairan Masalembu berubah menjadi ekstrem. Angin kencang membuat kapal terdorong mundur hingga nakhoda mengambil keputusan untuk melepas tongkang. (REDJAVA****)









