Penting Dikenalkan ke Anak, Berikut Ini 12 Jenis Hewan Langka Indonesia Yang Terancam Punah

  • Whatsapp
Harimau sumatera/ (Ist. Getty Images/iStockphoto/Ondrej Prosicky)
Harimau sumatera/ (Ist. Getty Images/iStockphoto/Ondrej Prosicky)
banner 468x60

Javanetwork.co.id, Jatim – Sudah bisa mengenalkan jenis hewan ke anak sejak dini. Salah satunya, jenis hewan langka Indonesia yang terancam punah. Dengan mengetahui jenis hewan langka ini, mereka juga akan lebih menyayangi hewan sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Hewan langka yang perlu dilindungi karena terancam punah. Mengenalkan jenis satwa ini berarti juga mengajarkan anak tentang keunikan setiap hewan dan asal-usulnya.

Bacaan Lainnya

banner 468x60

Mengutip berbagai sumber, berikut 12 jenis hewan langka Indonesia yang bisa dikenalkan kepada anak sejak dini:

1. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera atau Panthera tigris sumatera adalah subspesies harimau yang habitat aslinya berada di Pulau Sumatera. Mengutip situs Taman Margasatwa Ragunan, hewan ini memiliki ciri kulit loreng coklat kekuning-kuningan dengan garis-garis hitam vertikal dari kepala sampai ekor.

Tinggi Harimau Sumatera dapat mencapai 60 sentimeter (cm), dengan panjang 250 cm. Hewan langka ini merupakan sub spesies Harimau terakhir yang ada di Indonesia.

Perkembangbiakan Harimau Sumatera membutuhkan waktu sekitar 103 hari untuk hamil. Biasanya hewan ini melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor.

2. Gajah Sumatera

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Demikian seperti mengutip laman Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species, hewan ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, yakni berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Gajah Sumatera adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Hewan ini memiliki postur lebih kecil daripada subspesies gajah India. Gajah Sumatera memerlukan 19 sampai 21 bulan untuk melahirkan seekor anak gajah.

3. Badak Jawa

Badak Jawa atau badak bercula satu adalah hewan langka di Indonesia yang hampir punah. Kita hanya bisa menemuinya di Taman Nasional Ujungkulon.

Hewan ini banyak diburu manusia untuk diambil culanya. Mereka mengambilnya untuk digunakan sebagai obat,” kata Danang Irawan Sopyan dalam buku 300++ Hewan & Tumbuhan Mengagumkan di Dunia.

Badan Jawa termasuk spesies yang sangat mematikan saat menyerang musuhnya. Mereka memiliki cula yang sangat tajam. Selain untuk melindungi diri, cula badak juga digunakan untuk mencari tumbuhan untuk makan.

4. Banteng

Banteng atau Bos javanicus adalah spesies hewan yang banyak ditemukan di Pulau Jawa. Hewan ini mirip sapi, tapi lebih berotot dengan tulang tebal, kaki yang lebih besar, leher yang berotot dan besar dengan tanduk di kepalanya.

Hewan ini biasanya kawin pada bulan September sampai Oktober dan hamil antara 8 sampai 9 bulan. Dalam perkembangbiakannya, banteng biasanya melahirkan 1 sampai 2 ekor anak.

5. Owa Jawa

Owa Jawa memiliki nama lain Hylobates moloch. Hewan ini merupakan satwa endemik Pulau Jawa dan satu-satunya jenis primata sejenis kera yang tidak berekor dari keluarga owa (Famili Hylobatidae).

Selain tidak berekor, Owa Jawa memiliki lengan yang cukup panjang dibandingkan tubuhnya. Tubuh hewan ini berwarna abu-abu dengan sisi kepala lebih gelap dan bagian wajah berwarna hitam.

Kerabat owa lainnya hidup di Sumatera ada 2 jenis, di Mentawai ada 1 jenis, dan Kalimantan ada 2 jenis. Menurut IUCN, Owa Jawa berstatus terancam punah.

6. Orang Utan

Orang utan menjadi hewan dilindungi di Indonesia. Orang utan adalah jenis kera yang memiliki rambut lebih pajang daripada jenis kera yang lain. Hewan ini tersebar di hutan Kalimantan dan Sumatera.

” Nama Orang Utan berasal dari Bahasa Indonesia yang artinya manusia yang hidup di hutan. Dinamakan demikian, karena hewan ini memiliki banyak kesamaan dengan manusia, baik dari segi bentuk tubuh maupun DNA,” kata Danang.

Orang utan masuk dalam hewan langka yang terancam punah menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan berdasarkan SK Direktur Jenderal KSDAE Nomor 180/IV-KKH/2015 tentang Penetapan 25 Satwa Terancam Punah Prioritas untuk Ditingkatkan Populasinya Sebesar 10% pada Tahun 2015-2019.

7. Bekantan

Bekantan memiliki nama latin Nasalis larvatus. Hewan ini dikenal juga dengan sebutan monyet berhidung panjang atau besar.

Bekantan dapat ditemukan di pulau Asia Tenggara dan Kalimantan. Spesies ini biasanya hidup berdampingan dengan orang utan Kalimantan.

Bekantan masuk dalam daftar hewan langka di Indonesia. Sebab, hewan ini biasanya hanya melahirkan satu anak dalam perkembangbiakannya.

8. Komodo

Komodo hanya ditemukan di Kepulauan Flores, terutama di Pulau Komodo. Hewan ini merupakan kadal tersebar di dunia.

Komodo membutuhkan setidaknya 5 tahun untuk bisa tumbuh sampai berukuran 2 meter. Hewan ini pun dapat hidup sampai berusia 30 tahun.

Populasi Komodo dikhawatirkan akan punah karena penjualan ilegal yang dilakukan di pasar gelap. Di tahun 2017, setidaknya ada 5.954 ekor jumlah komodo yang terancam punah di Indonesia.

9. Jalak Bali

Jalak Bali disebut juga dengan curik Bali. Jenis burung ini memiliki panjang sekitar 25 cm. Burung yang memiliki nama Latin Leucopsar rothchildi ini merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya ditemukan di Pulau Bali bagian barat. Hewan ini masuk ke dalam daftar satwa langka yang dilindungi karena hampir punah.

” Diperkirakan jumlah spesies yang masih ditemukan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor yang masih ditemukan di alam bebas hanya sekitar belasan ekor. Jalak Bali merupakan satwa yang dilarang untuk diperdagangkan, kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam),” ujar Danang.

10. Maleo

Maleo adalah jenis burung dengan panjang sekitar 55 cm dan hanya ditemukan di Pulau Sulawesi. Burung ini memiliki sifat anti-poligami, yang berarti tidak akan bertelur setelah pasangannya mati.

Populasi hewan ini terancam punah karena telurnya banyak dicuri dan lahan tempat tinggalnya banyak dirusak manusia. Tak hanya itu, hewan ini semakin langka karena telurnya juga banyak dimangsa babi hutan dan biawak.

Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di daerah pegunungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geotermal tertentu. Di daerah dengan sumber panas ini, maleo akan mengubur telurnya di dalam pasir.

11. Babi Rusa

Babi rusa dapat ditemukan di Sulawesi, Pulau Togian, Melenge, Sula, Buru, dan Maluku. Habitat hewan langka ini banyak ditemukan di hutan hujan tropis.

Babi rusa suka makan buah-buahan dan tumbuhan. Mereka hanya berburu makanan di malam hari untuk menghindari bintang buas.

Meski begitu, babi rusa bisa menjadi buas bila diganggu. Mereka memiliki taring yang panjang mencuat ke atas yang berguna untuk melindungi matanya dari duri rotan.

Populasi babi rusa kini dilindungi karena terancam punah. Menurut data BPS, jumlah babi rusa yang terancam punah di tahun 2017 adalah 616 ekor.

12. Anoa

Anoa dikenal juga dengan sebutan sapi hutan atau Bubalus sp. Anoa merupakan satwa terbesar yang hidup di daratan Sulawesi.

Terdapat dua jenis anoa, yakni Bubalus depressicornis (anoa dataran rendah) dan Bubalus quarlesi (anoa dataran tinggi). Hewan ini lebih senang hidup menyendiri daripada berkelompok. Mereka dikenal memiliki perilaku yang agresif.

Populasi anoa dikhawatirkan akan punah karena perombakan hutan dan perburuan liar. Data BPS menyebut bahwa jumlah anoa yang terancam punah tahun 2017 adalah 471 ekor. (*)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan