JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Kantor DPC setempat, Selasa (24/2/2026).
Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi ideologis sekaligus merumuskan arah gerak partai ke depan.
Rakercab dihadiri jajaran pengurus DPC, pengurus PAC dari seluruh kecamatan, serta kader partai.
Agenda utama mencakup evaluasi program, penguatan struktur partai, hingga penyusunan strategi kerja politik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Sumenep, Hosnan, menegaskan bahwa Rakercab bukan sekadar agenda rutin organisasi.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang penguatan ideologi perjuangan sekaligus penegasan komitmen pengabdian kepada rakyat.
“Rakercab bukan hanya konsolidasi struktural. Ini adalah momentum untuk memastikan seluruh kader memahami dan menjalankan garis perjuangan partai, yakni hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat,” kata Hosnan
Politisi asal kepulauan itu menekankan, sebagai partai yang dikenal dengan identitas wong cilik, PDIP harus terus berada di tengah masyarakat, tidak hanya menjelang momentum elektoral.
Kader diminta aktif mendengar, menyerap, dan memperjuangkan aspirasi rakyat di akar rumput.

“Sesuai arahan Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, kader partai harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kita harus mendengar dan melihat langsung kebutuhan mereka, bukan hanya datang saat Pemilu,” ujarnya.
Hosnan menambahkan, Rakercab juga menjadi ajang memperkuat soliditas internal dan memastikan seluruh mesin partai bergerak serempak hingga tingkat paling bawah.
Konsolidasi ini dinilai krusial untuk menjaga kekompakan sekaligus efektivitas kerja organisasi.
“Momentum ini untuk memperkuat barisan, mengokohkan soliditas kader, dan memastikan seluruh struktur partai bergerak dalam satu komando,” tegas Hosnan.
Ia pun mengajak seluruh kader banteng di Sumenep untuk terus mengedepankan kerja kolektif dan kerja kerakyatan berbasis gotong royong.
Menurutnya, napas perjuangan partai harus tetap berpijak pada nilai-nilai ideologis yang berpihak dan menyatu dengan rakyat.
“Kader PDIP harus menjadi pelopor pelayanan rakyat. Kita hadir bukan untuk kekuasaan semata, tetapi untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Merdeka!” pungkasnya. (REDJAVA****)










