PENYESALAN YANG TIDAK MEMBERI JALAN KELUAR

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asmuni Owner Media Online Suara Faktual

Asmuni Owner Media Online Suara Faktual

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Dunia ini bukan rumah-hanya persinggahan yang membuatmu lupa bahwa setiap napas adalah hutang. Kita berjalan di atas tanah yang suatu hari akan menelan kita kembali, namun kita bertingkah seolah dunia ini abadi.

Padahal semua yang kau genggam pelan-pelan berkhianat, harta memudar, tubuh melemah, wajah tua, dan waktu mengikis segalanya tanpa belas kasih.

Di balik tirai kehidupan, Akhirat menunggu dalam diam. la tidak tergesa, sebab ia tahu, semua jiwa akan datang padanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mau atau tidak, siap atau tidak. la menanti seperti rumah yang gelap dan dingin-tempat di mana tidak ada lagi alasan, tidak ada pembelaan, dan tidak ada ruang untuk kembali.

Hidup ini hanyalah ladang amal-tetapi ladang yang kau rawat dengan sisa-sisa ketakutan dan kelalaian. Kau menunda kebaikan seolah waktu adalah milikmu.

Baca Juga :  Ini Pesan Kapolres Sumenep Saat Pimpin Pengecekan Pos Jaga Satlantas Polres Sumenep

Kau mengumpulkan dosa kecil dengan senyum, dan dosa besar dengan alasan.

Dan setiap detik yang lewat bukan sekadar pergi ia menjadi saksi, menuliskan apa yang akan membangun keselamatanmu atau menggali kehancuranmu.

Apakah yang paling menakutkan adalah kematian? No.

Yang menakutkan adalah kesadaran kita bahwa semua langkah kita sedang dicatat tanpa kau sadari. Hidup ini bukan panggung tempat kau berdansa, hidup lebih seperti ruangan observasi. Setiap reaksi kecil, niat tersembunyi, dendam yang tidak terucap-semuanya terekam, bahkan ketika kau mencoba melupakannya.

Kubur: Orang menyebutnya tempat istirahat, tapi sebenarnya ia lebih mirip ruang interogasi yang sunyi. Sebelum kau masuk ke sana, ada saat-saat hening ketika tubuhmu tidak lagi bergerak, tapi kesadaranmu belum padam sepenuhnya.

Baca Juga :  Kasdim 0827/Sumenep Tanam Benih Padi Serentak, Dukung Swasembada Pangan

Sebuah kekosongan yang dingin, di mana kau masih bisa mendengar detak ketakutanmu sendiri.

Dan saat tanah mulai menutupmu, suara itu menghilang-bukan karena kau menjadi tenang, tapi karena kau mulai mendengar suara lain.

Suara yang tidak memakai kata, tapi mengerti segala yang kau sembunyikan sepanjang hidup.

Di balik gelap itu, Syurga terasa sangat jauh-seperti cahaya yang pernah kau kenal di masa kanak-kanak, namun sekarang hanya tersisa samarannya.

Sekilas kau mengingatnya, tapi semakin kau mencoba menggenggam, semakin memudar kenangannya. Hanya jiwa yang bersih yang bisa menemukan jalan kembali ke sana, sisanya hanya mengingat samar tanpa pernah mencapai.

Dan Neraka: la tidak menampakkan diri langsung.

la muncul sebagai pemahaman mendadak bahwa semua kesempatan yang pernah kau miliki sudah berlalu. Rasa “seharusnya” yang datang terlambat.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lantik Dan Ambil Sumpah Capaja TNI-POLRI

Penyesalan yang begitu padat hingga terasa seperti ruang sempit yang menutup dari segala arah. Tidak ada api yang terlihat -hanya kesadaran bahwa ini adalah tempat di mana kau tidak bisa berhenti mendengar pikiranmu sendiri.

Tempat di mana kau benar-benar sendirian bersama segala hal yang dulu kau lari darinya.

Kini kau faham bahwasannya:

Dunia tempat meninggal.
Akhirat tempat tinggal.
Hidup tempat beramal.
Kubur tempat disoal.
Syurga tempat asal.
Neraka tempat menyesal.
Dan yang paling mengerikan?

Mereka tidak bergerak mendekat.

Kaulah yang berjalan ke arahnya sedikit demi sedikit, tanpa bisa berhenti.

Setiap hari. Setiap detik.
Setiap hembusan nafas yang kau kira milikmu. (REDJAVA****)

Penulis : Asmuni Owner Media Online Suara Faktual 1 Desember 2025

Editor : REDJAVA

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong
Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme
Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan
Tanam Tembakau atau Rugi? Ini Pesan Bupati Fauzi kepada Para Petani
Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat
Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal
Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain

BERITA TERKAIT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:33 WIB

HUT RI ke-81, Warga BTN Sumenep Kobarkan Api Persaudaraan Lewat Pawai dan Gotong Royong

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Tanam Tembakau atau Rugi? Ini Pesan Bupati Fauzi kepada Para Petani

BERITA TERBARU