JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Trunojoyo Kalianget turun langsung ke Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait fenomena terjadinya gempa bumi di wilayah tersebut.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Gayam, Kamis (30/10/2025), dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. Hadir pula Camat Gayam Robi Firmansyah Wijaya, Camat Nonggunong, unsur Forkopimka Gayam dan Nonggunong, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Gayam Robi Firmansyah Wijaya menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah BMKG yang turun langsung menemui masyarakat di wilayah kepulauan.
“Atas nama pemerintah Kecamatan Gayam, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BMKG Sumenep beserta jajarannya yang telah datang langsung memberikan edukasi kepada masyarakat Pulau Sapudi,” ujar Robi Firmansyah Wijaya.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi semacam ini sangat penting agar masyarakat memahami situasi dengan benar dan tidak mudah panik menghadapi fenomena alam seperti gempa bumi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi bekal bagi warga, sehingga mereka tetap tenang, tidak mudah percaya isu liar, dan tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Trunojoyo Kalianget, Ari Widjajanto, menjelaskan bahwa aktivitas gempa di sekitar Pulau Sapudi merupakan bagian dari pergerakan sesar aktif dan dinamika tektonik di perairan utara dan selatan Madura.
“Gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Namun, kita semua bisa mengantisipasinya dengan kesiapsiagaan dan pemahaman mitigasi yang baik,” tegas Ari Widjajanto di hadapan peserta sosialisasi.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa BMKG secara intensif memantau aktivitas seismik di wilayah Sumenep dan kepulauannya. Berdasarkan hasil pengamatan, gempa yang terjadi di sekitar Sapudi tergolong gempa dangkal yang tidak berpotensi tsunami.
“Kami tegaskan kepada masyarakat, tidak ada potensi tsunami akibat gempa yang terjadi belakangan ini. Guncangannya memang terasa, tetapi energinya relatif kecil dan cepat mereda,” jelasnya.
Ari juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang benar agar masyarakat tidak terjebak pada berita palsu di media sosial.
“Kami berharap masyarakat selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, bukan dari sumber yang tidak jelas. Ketika terjadi gempa, tetap waspada, lindungi diri, dan jangan panik,” pungkasnya.
Sosialisasi ini diisi dengan paparan ilmiah dan diskusi interaktif antara tim BMKG dan masyarakat. Warga terlihat antusias bertanya mengenai tanda-tanda gempa, sistem peringatan dini, hingga langkah penyelamatan diri yang aman.
Forkopimka Gayam dan Nonggunong menyambut positif kegiatan tersebut dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BMKG serta pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah kepulauan.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap masyarakat Pulau Sapudi semakin memahami karakteristik alam di sekitarnya dan membangun budaya sadar bencana yang tangguh dan mandiri. (REDJAVA****)










