JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep memulai rangkaian Sosialisasi Pemutakhiran dan Pendataan SISMIOP Tahap II Tahun 2025. Agenda ini digelar di sembilan desa selama tiga hari, mulai Selasa (23/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025).
Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si, menegaskan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait pentingnya data pajak yang valid, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tapi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami ingin warga paham, pajak yang mereka bayarkan itu kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama,” kata Faruk, Senin (22/9/2025).
Dalam jadwal resmi, sosialisasi dimulai di Desa Bakeong (Guluk-Guluk), Bates (Dasuk), dan Ketawang Larangan (Ganding) pada Selasa (23/9/2025).
Selanjutnya Rabu (24/9/2025) di Desa Lebeng Timur (Pasongsongan), Gadding (Manding), dan Beringin (Dasuk). Lalu ditutup Kamis (25/9/2025) di Desa Prancak (Pasongsongan), Ganding (Ganding), dan Pagarbatu (Saronggi).

Kegiatan sosialisasi dilakukan sejak pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan tim khusus yang membawa perlengkapan, media banner, hingga simbolis roll meter sebagai sarana edukasi teknis.
Mantan Camat Kota itu menambahkan, dalam setiap sosialisasi, tim akan menyampaikan informasi secara langsung, terbuka, dan mudah dipahami warga.
“Intinya kami ingin masyarakat merasa dilibatkan. Sosialisasi ini menjelaskan kenapa data harus diperbarui, bagaimana teknisnya, dan apa manfaatnya. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak bisa semakin meningkat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pemutakhiran data sangat bergantung pada dukungan warga. Karena itu, Bapenda memilih pola sosialisasi yang komunikatif agar warga tidak sekadar menjadi objek, melainkan ikut aktif dalam proses pemutakhiran.
“Kami yakin, semakin banyak warga yang sadar pajak, semakin besar pula manfaat pembangunan yang bisa mereka rasakan. Ini soal keadilan bersama,” tutup Faruk dengan penuh optimisme. (REDJAVA****)











