JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Minggu (31/8/2025) di Tajamara, Kota Sumenep, pecah oleh semangat nasionalisme.
Khidmat Ibu Rumah Tangga (Khirata Foundation) menggelar perayaan penutup bulan kemerdekaan dengan cara yang berbeda: mengadu suara anak-anak lewat lomba menyanyikan lagu Indonesia Raya sekaligus menegaskan sikap moral bangsa dengan ikrar lantang “Say No to LGBT.”
Ketua pelaksana, Hafifah Fandari, menegaskan pentingnya penanaman nasionalisme sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak anak-anak kita yang masih belum hafal lagu Indonesia Raya. Padahal ini identitas kebangsaan, fondasi cinta tanah air. Karena itu, kami menggelar lomba ini agar nasionalisme tak hanya jadi jargon, tapi tumbuh nyata di hati anak-anak,” ujarnya.
Tak hanya lomba menyanyi, panitia juga menghadirkan berbagai permainan khas kemerdekaan seperti memasukkan bendera ke botol, makan kerupuk, hingga memasukkan benang ke lubang jarum.
“Selain melatih keterampilan, lomba ini mengenalkan anak pada kearifan lokal, termasuk alat menjahit yang kini jarang ditemui,” tambah Hafifah.
Momen paling menggetarkan hadir di penghujung acara. Tiga puluh sahabat yatim dan dhuafa binaan Khirata Foundation diajak memahami kodrat diri, bahwa laki-laki tetaplah laki-laki dan perempuan tetaplah perempuan.

Deklarasi bersama pun menggema:
“Katakan tidak pada LGBT!”
Seruan tegas itu menjadi penutup yang membekas di benak para peserta dan masyarakat yang hadir.
Menariknya, seluruh rangkaian acara ini murni dibiayai oleh donasi internal tim Khirata Foundation, tanpa sponsor dari pihak manapun. Sebuah bukti bahwa semangat kebangsaan dan kepedulian sosial bisa lahir dari gotong-royong yang tulus. (REDJAVA****)









