JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Tokoh muda asal Kabupaten Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi., menjadi sosok sentral dalam penyambutan peserta Latihan SAR Nasional Pramuka Perguruan Tinggi Tingkat Nasional (Latsarnas Perti) ke-VIII yang digelar di Aula Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim), Senin (21/7/2025). Kehadirannya mewakili Ketua Kwarda Jatim, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Bidang Bela Negara dan Gugusdepan Pramuka Perguruan Tinggi (Gudep Perti).
Acara penyambutan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan Latsarnas Perti VIII yang diselenggarakan oleh Gugusdepan 09.622–09.623 Pangkalan Universitas Airlangga, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan racana dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang selama sepekan mengikuti pelatihan intensif di bidang kebencanaan, SAR, dan pertolongan pertama.
Dalam sambutannya, Dr. Zamzami menegaskan bahwa pramuka di lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar organisasi, melainkan pilar penting dalam membentuk karakter kepemimpinan bangsa. Ia menilai pelatihan SAR ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk membangun kapasitas generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.
“Kebencanaan bukan hanya soal teknis evakuasi dan penyelamatan, tetapi soal kemanusiaan, solidaritas, dan kepekaan sosial. Pramuka Perguruan Tinggi harus menjadi garda terdepan dalam hal itu, karena mereka bukan hanya berpikir cepat, tapi juga berpikir jernih dan bertindak dengan nurani,” ujar dosen psikologi ini dengan penuh semangat.
Menurut sosok Ketua HIMPSI Sumenep, pelatihan seperti Latsarnas tidak hanya memperkuat keterampilan lapangan, tetapi juga mempererat jejaring antar racana secara nasional. Momentum ini, katanya, harus dijadikan tonggak konsolidasi ide dan gerakan, agar Gerakan Pramuka di kampus-kampus tidak hanya hidup secara administratif, tetapi juga produktif secara sosial.
Dr. Zamzami yang juga dikenal sebagai pembina aktif di wilayah Madura, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ilmu yang didapat dari Latsarnas sebagai bekal nyata dalam pengabdian di masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan di tengah ancaman bencana yang kian kompleks.
“Pramuka adalah laboratorium kepemimpinan. Di sinilah karakter diuji, dibentuk, dan dipertajam. Siapa pun yang pernah ikut Latsarnas seperti ini, saya percaya kelak akan punya komitmen kemanusiaan yang tidak lekang oleh waktu,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur, Kak Nur Azizatul Munawarah, S.Pd., yang turut memberikan arahan dan motivasi. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menjadikan Latsarnas Perti VIII sebagai ajang pembelajaran dan kolaborasi lintas daerah.
Sebagai informasi, Latsarnas Perti adalah agenda nasional tahunan yang bertujuan meningkatkan kompetensi Pramuka Penegak dan Pandega di perguruan tinggi dalam bidang Search and Rescue (SAR), manajemen bencana, serta respon tanggap darurat. Dengan meningkatnya frekuensi dan kompleksitas bencana di Indonesia, kehadiran kader-kader muda yang terlatih menjadi kebutuhan strategis bangsa.
Kehadiran Dr. Zamzami dalam forum nasional ini sekaligus menjadi representasi nyata bahwa tokoh muda dari daerah, khususnya dari Sumenep, mampu memainkan peran penting dalam percaturan gerakan Pramuka tingkat nasional. Kiprah dan dedikasinya memberi inspirasi baru bagi generasi muda, bahwa kontribusi untuk bangsa tidak mengenal batas geografis.
“Kita tidak bisa memilih di mana kita lahir. Tapi kita bisa memilih bagaimana kita hidup dan mengabdi. Dari Sumenep untuk Indonesia, mari kita buktikan bahwa Pramuka Perguruan Tinggi adalah mitra strategis negara dalam membangun bangsa yang tangguh,” pungkasnya. (REDJAVA****)











