JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat sepak bola pelajar di Kabupaten Sumenep kian membara. Turnamen sepak bola antar pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat tahun 2026 yang digelar Askab Sumenep sukses menyedot perhatian dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 35 sekolah turut ambil bagian dalam kompetisi ini, terdiri dari 18 sekolah tingkat SMA dan 17 sekolah tingkat SMP. Ajang bergengsi tersebut resmi dibuka pada Minggu, 3 Mei 2026, dan langsung menghadirkan atmosfer kompetisi yang kompetitif sekaligus penuh semangat sportivitas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Eko Sulistyo, S.Sos, mengatakan bahwa turnamen tahun ini menjadi lebih inklusif karena melibatkan sekolah dari berbagai wilayah, termasuk kawasan kepulauan.
“Peserta pada turnamen antar pelajar tahun 2026 ini tidak hanya dari wilayah daratan, tetapi juga melibatkan sekolah di kepulauan, seperti SMA Masalembu, dari Sapeken, dan Gayam,” kata Eko Sulistyo saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, tingginya animo peserta tidak lepas dari konsep penyelenggaraan yang lebih matang dan profesional. Panitia secara serius membangun sinergi dengan berbagai instansi untuk memastikan turnamen berjalan sesuai aturan dan standar yang berlaku.
“Turnamen tahun ini kami konsep lebih terkoordinasi dengan menggandeng dinas pendidikan dan instansi terkait agar pelaksanaannya lebih resmi dan tertib,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, seluruh tahapan administrasi dan perizinan telah dipenuhi secara menyeluruh, baik untuk tingkat SMP maupun SMA, termasuk sekolah berbasis madrasah.
“Untuk tingkat SMP kami sudah mengantongi izin dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sementara SMA melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta koordinasi dengan Kemenag untuk madrasah,” tegas Eko.
Lebih jauh, Eko menilai turnamen ini bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan hijau, melainkan juga sebagai sarana strategis dalam pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat hubungan antar pelajar lintas wilayah.
“Harapan kami, turnamen ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan bakat sepak bola pelajar serta mempererat hubungan antar sekolah, baik dari daratan maupun kepulauan,” pungkasnya.
Dengan partisipasi yang terus meningkat dan dukungan lintas sektor, turnamen ini diyakini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi pesepak bola muda Sumenep yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. (REDJAVA****)











