JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Dua tahun terakhir ini musim tembakau di Madura dari tahun 2022-2O23 terus mengalami peningkatan, harga tembakau terus menarik, kondisi itu memetik perhatian publik.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Zaini Werwer, Pemerhati Tembakau Madura. Stabilnya harga tembakau Madura salah satunya peran ulama dan pedagang yang sangat peduli terhadap nasib petani.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para ulama BASSRA yang telah menggagas lahirnya Paguyuban Pelopor Petani Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM), gerakannya jelas dan kongkrit dalam mengawal kesejahteraan petani tembakau,” kata Werwer, sapaan akrabnya, kepada sejumlah media, Jum’at (01/09/2023).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikatannya, saat ini harga tembakau di bawah tembus di angka Rp79 ribu sampai Rp100 ribu per kg.
“Salutnya lagi dari setiap pengambilan sampel tembakaunya itu tetap masuk pembelian atau tetap dibeli sebagaimana yang kami tahu di gudang milik H.Her yang berlokasi di Blumbungan,” jelasnya.
Ditegaskan Werwer, apresiasi dan ungkapan terima kasih yang mendalam tidak hanya disampaikan kepada ulama BASSRA dan P4TM, melainkan hadirnya para pengusaha rokok lokal yang ada di Madura, khususnya di Pamekasan. Menurutnya, keberadaan pengusaha rokok lokal tersebut sangat berdampak positif terhadap perputaraan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukti nyata, selain mengurangi angka pengangguran juga mampu mendongkrak perekonomian, tentu juga berdampak pula pada mahalnya harga tembakau Madura,” tegas aktivis nasionalis pengagum Soekarno ini.
Lanjut dia, mengaku sedikit kecewa terhadap tindakan Bea Cukai Madura yang masih kurang populis. Seharusnya tindakan tegas harus dimbangi tindakan yag edukatif, karena jelas masyarakat di bawah masih butuh banyak tahapan dalam pengurusan izin maupun cukainya.
“Di mana seringkali menindak tegas adanya rokok bodong, bahkan jutaan rokok bodong yang ditangkap dan di musnahkan, tapi itu semua saya memahami dan memaklumi karena tugasnya Bea Cukai, akan tetapi kami berharap ketegasan ini tidak menyebabkan perekonomian masyarakat jadi mampet dan para buruh kehilangan pekerjaan, bolehlah di tindak tapi jangan dihabisi, upayakan pendekatan secara persuasif dan lakukan pembinaan bukan pembinasaan,” ujarnya di sela-sela berangkat menjelang sholat Jumat di Masjid Assyuhada Pamekasan.
Di sisi lain, aktivis legendaris ini juga mengajak kepada semua pihak agar bahu membahu, bergotong royong mencarikan solusi yang solutif agar pengusaha rokok lokal, khususnya bagi pemula bisa memproduksi rokoknya dengan kualitas yang bersaing dan memiliki legalitas yang jelas.
“Kami masih ingat kata-kata singkat Ketua P4TM H. Her, jayalah petani tembakau Madura. Jadi saya tegaskan sudah saatnya tembakau Madura menjadi daun mas dan petani sejahtera dan bahagia, dan rokok lokal Madura bangkit dan berkualitas dan berlegalitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Petani asal Pakong, Ahmad Maulidi, mengatakan, jika saat ini harga tembakau di bawah bervariasi, mulai di harga Rp60 ribu sampai 79 ribu per kg. Bahkan ada yang tembus Rp90 ribu.
“Sakalangkong kepada semua pihak yang telah mengawal stabilnya harga tembakau, teruma kepada H. Her Ketua P4TM dan Pemilik Gudang Bawang Mas, semoga pojur teros,” ujarnya. (REDJAVA****)









