JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam dua hari terakhir, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sumenep disibukkan dengan berbagai laporan warga yang masuk melalui layanan darurat SiLaPor 112. Laporan-laporan tersebut meliputi evakuasi hewan liar, bantuan penyelamatan barang, hingga penanganan kebakaran lahan di kawasan permukiman.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, mengatakan bahwa seluruh laporan ditindaklanjuti dengan cepat sesuai dengan standar operasional penanganan darurat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak hanya bergerak ketika ada kebakaran. Damkar Sumenep juga melayani berbagai bentuk situasi darurat seperti evakuasi hewan buas atau bantuan penyelamatan di lingkungan warga,” kata Sugiyanto, Minggu (5/10/2025) malam.
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (4/10/2025) malam, di Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng. Seorang warga bernama Andi melaporkan adanya kera liar yang sering mengganggu anak-anak di sekitar permukiman. Petugas Damkar diterjunkan untuk mengevakuasi hewan tersebut di sekitar pintu gapura biru.

Tak lama berselang, laporan lain masuk dari Desa Poreh, masih di Kecamatan Lenteng. Seorang warga bernama Anas menghubungi layanan 112 setelah menemukan ular di dalam rumahnya. Tim Damkar segera menuju lokasi di belakang Pasar Lenteng untuk melakukan evakuasi.
“Kami ingin masyarakat merasa aman. Setiap laporan langsung kami tanggapi tanpa menunggu lama. Kesigapan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Pada Minggu dini hari (5/10/2025), petugas kembali menerima laporan dari Hotel Wijaya 1, Kelurahan Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Seorang pegawai hotel melaporkan bahwa kunci mobil tamu terjatuh ke dalam selokan. Tim Damkar datang membantu proses evakuasi menggunakan alat khusus agar barang bisa diambil tanpa merusak fasilitas sekitar.

Beberapa jam kemudian, laporan berikutnya datang dari Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget. Seorang warga bernama Totok melaporkan adanya biawak besar di belakang rumahnya. Petugas Damkar pun turun ke lapangan dan berhasil mengevakuasi hewan tersebut dengan aman.
“Kami mengedepankan penanganan yang aman, baik bagi warga maupun hewan yang dievakuasi. Prinsipnya adalah keselamatan dan keseimbangan, Setiap laporan menjadi momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa Damkar bukan sekadar pemadam api, melainkan juga penjaga rasa aman,” tambahnya.
Puncak kesibukan terjadi Minggu malam (5/10/2025) ketika petugas menerima laporan kebakaran lahan di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, tepat di belakang Kantor Dinas Sosial. Api sempat merembet ke jaringan listrik, namun berhasil dipadamkan sebelum meluas.
“Begitu laporan masuk pukul 19.41 WIB, petugas langsung meluncur ke lokasi. Berkat koordinasi cepat, api bisa dikendalikan dan tidak menjalar ke permukiman. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di area terbuka, apalagi di dekat jaringan listrik. Itu berpotensi memicu kebakaran,” lanjutnya.
Sugiyanto menilai, meningkatnya jumlah laporan ke layanan SiLaPor 112 merupakan indikator positif bahwa masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya melibatkan aparat resmi dalam situasi darurat.
“Ini perkembangan yang menggembirakan. Artinya, masyarakat kini tahu ke mana harus melapor ketika terjadi keadaan berisiko,” kata dia.
Seluruh laporan yang diterima SiLaPor 112 terhubung langsung dengan berbagai instansi terkait, termasuk Damkar Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, dan pihak kepolisian. Dengan sistem terpadu, setiap kejadian dapat ditangani lebih cepat dan terkoordinasi.
“Kami di Damkar bekerja 24 jam. Laporan apa pun yang masuk, akan kami respons secepat mungkin. Itulah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
www.cc112sumenep.com
Tiktok: @cc112sumenep
SiLaPor 112 – Siaga, Lapor, dan Tanggap Darurat Kabupaten Sumenep. (REDJAVA****)











