JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ribuan umat penjuru Kabupaten Sumenep mengikuti Tabligh Akbar dan Istighosah sebagai bentuk kepedulian warga Sumenep terhadap Palestina yang saat ini tertindas zionis Israel.
Kegiatan yang bertempat di Bandara Trunojoyo di Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada hari Sabtu, 18 November 2023.
Acara tabligh akbar dan Istighosah ini turut dihadiri Wabup Sumenep, Hj Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi, Ketua DPRD, KH. Hamid Ali Munir, SH, MH, KH. Ahmad Fauzi Tijani Ponpes Al-Amin Prenduan Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu juga tampak hadir para habib diantaranya, Habib Abdul Muin Mustafa Bahrun, Habib Ali Ridho Al-Haddad dan Ustad Mudhar Beek dan ribuan umat islam yang hadir mengikuti acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua panitia pelaksana, Habib Abdul Muin Mustafa Bahrun mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian umat Islam di Kabupaten terhadap bangsa Palestina.
“Kami berkumpul disini tidak ada lain kecuali meminta dan memohon kepada Allah SWT agar memberikan pertolongan kemenangan dan kemerdekaan umat Islam di Palestina,” kata Habib Abdul Muin Mustafa Bahrun dalam orasinya.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan selain menggelar tabligh akbar dan istighosah itu, juga dilakukan penggalangan dana yang semuanya itu nantinya akan disalurkan untuk korban perang di Palestina.
“Ini bentuk kepedulian kita terhadap umat islam di Palestina. Insyaallah menjadi nilai jihad dihadapan Allah SWT, seperti wafatnya para syuhada di Palestina dan menjadi jalan untuk mencari ridho Allah,” tuturnya dengan semangat.
Sementara pengasuh pondok pesantren Al Amin Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tijani menyampaikan pelajaran yang dapat dipetik dari agresi militer ke Palestina, serta dari video yang menyebar di Medsos.
Hal menurut KH. Ahmad Fauzi Tijani menunjukkan kepada kita, para pemuda Palestina tidak memiliki rasa takut dan pesimis menghadapi tentara zionis Israel yang bersenjata lengkap.
“Bahkan yang tampak dari mereka rasa optimis seakan mereka bilang “Biarlah mereka setiap hari membunuh, asalkan iman dan Islam saya yang diambil,” ujar KH. Ahmad Fauzi Tijani dengan semangat.
Oleh karenanya, pengasuh pondok pesantren Al Amin Prenduan itu mengajak kepada seluruh umat islam untuk menanamkan keimanan yang kuat dihari anak-anak dan pemuda sejak dini.
“Mari kita tanamkan keimanan yang kuat kepada anak-anak dan pemuda-pemuda kita sejak dini, agar tidak terpengaruh dampak negatif di era digitalisasi modern saat ini,” tandasnya. (REDJAVA****)









