JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana tenang di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, mendadak berubah siang itu.
Aroma menyengat menyerupai belerang tiba-tiba muncul dari sebuah sumur bor milik warga, memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran masyarakat sekitar, Kamis (26/3/2026).
Peristiwa ini bermula saat proses pengeboran sumur di lahan milik Z (40) mencapai kedalaman sekitar 20 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang pekerja berinisial S yang mengoperasikan alat bor gantung mulai mencium bau tajam dari dalam lubang.
Aroma tersebut kian kuat ketika dilakukan pelebaran casing, menandakan adanya sesuatu yang tidak biasa dari dalam perut tanah.
Rasa penasaran sempat membawa pekerja melakukan uji coba sederhana. Korek api dinyalakan di atas lubang paralon.
Hasilnya mengejutkan api sempat muncul dari dalam lubang, mengindikasikan adanya kandungan gas yang mudah terbakar.
Situasi itu segera direspons cepat. Pekerja langsung menutup lubang menggunakan kain basah hingga api berhasil dipadamkan, mencegah potensi kebakaran yang lebih besar.
Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah setempat bergerak cepat menuju lokasi. Area sumur bor langsung disterilkan dengan pemasangan garis polisi guna mencegah warga mendekat.
Kapolsek Prenduan IPTU Mohammad Sudiono menegaskan, langkah pengamanan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi risiko yang dapat ditimbulkan.
“Kami langsung mengamankan lokasi dan meminta masyarakat untuk tidak mendekat ke area sumur bor. Ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, secara terpisah Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto memastikan penanganan dilakukan secara terukur dengan melibatkan instansi terkait.
“Kami telah menghentikan sementara aktivitas pengeboran dan berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan lebih lanjut. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Hingga sore hari, kondisi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan masih berjaga dan melakukan pemantauan intensif sembari menunggu langkah teknis lanjutan guna memastikan sumber gas dapat ditangani secara tepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pengeboran, meski dilakukan secara mandiri, tetap memiliki risiko yang perlu diantisipasi dengan standar keselamatan yang memadai. (REDJAVA****)









