Sumenep Melangkah Maju: AI dan GPS Ikan Bantu Nelayan via WhatsApp

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ach Nur Aqil Wahid, master AI asal Kabupaten Sumenep yang kini stay di Yogyakarta

Ach Nur Aqil Wahid, master AI asal Kabupaten Sumenep yang kini stay di Yogyakarta

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP, – “Di mana gerombolan ikan hari ini, Bang?” Kalimat ini mungkin terdengar seperti candaan di grup WhatsApp.

Namun di tangan Ach Nur Aqil Wahid, magister kecerdasan buatan asal Sumenep, pertanyaan itu menjadi pintu masuk menuju revolusi perikanan digital.

Melalui inovasi berbasis AI (Artificial Intelligence) dan GPS ikan, nelayan kini bisa mengetahui lokasi tumpukan ikan cukup dengan mengirim pesan melalui WhatsApp.

Teknologi ini memadukan prediksi cerdas dan perangkat sonar untuk memandu nelayan sebelum mereka turun ke laut.

“Ini karya anak Sumenep untuk membantu nelayan kita lebih sejahtera. Dengan AI, kita bisa mancing ikan dengan cerdas dan untung lebih banyak,” ujar Aqil, Senin (23/06/2025)

Cara Kerja Teknologi AI + GPS Ikan

Baca Juga :  HIPWI FKPPI Jawa Timur Siap Berkontribusi untuk Ekonomi dan Indonesia Emas 2045

Berbeda dengan GPS konvensional yang hanya menunjukkan posisi kapal, sistem ini menggabungkan data sonar, sensor laut, hingga cuaca untuk memprediksi lokasi gerombolan ikan secara real-time.

Begitu nelayan mengirim pertanyaan seperti “Di mana tongkol hari ini?”, chatbot AI akan membalas dengan:

Koordinat lokasi ikan

– Jenis ikan

– Waktu terbaik melaut

– Kondisi laut

Teknologi ini mengolah:

– Titik koordinat dari perangkat sonar & fish finder

– Waktu dan musim kemunculan ikan

– Data cuaca dari BMKG atau API

– Suhu laut, arus, kadar klorofil, hingga kedalaman laut

AI kemudian menganalisis pola historis dan memberi rekomendasi yang presisi. Misalnya:

Baca Juga :  Dirtipideksus Bareskrim : Polri Bakal Periksa Importir Pakaian Bekas

“Ikan tongkol cenderung muncul pukul 04.30–08.00 WIB di barat laut Gili Raja saat suhu laut 27–28°C.”

Dampak Positif bagi1 Nelayan

Teknologi ini bukan hanya canggih, tapi juga relevan dan ramah nelayan. Berikut beberapa manfaat langsung yang dirasakan nelayan Sumenep:

⛽ Efisiensi: Mengurangi waktu dan solar karena tidak perlu lagi mencari secara acak.

– Tangkapan Meningkat: Lokasi ikan lebih cepat ditemukan.

– Keberlanjutan Laut: AI membantu menghindari zona penangkapan berlebih.

– Kemudahan Akses: Cukup pakai WhatsApp tanpa perlu aplikasi rumit.

Tantangan dan Harapan

– Meski potensial, adopsi teknologi ini masih menghadapi tantangan:

– Biaya awal alat sonar dan GPS

Baca Juga :  Kapolda Jatim Cek Kesiapan Pelayanan Mudik di Terminal Purabaya

– Literasi digital sebagian nelayan yang masih rendah

Aqil berharap pemerintah daerah, komunitas, dan pihak swasta bisa bersama-sama mendorong pelatihan dan subsidi alat bagi nelayan. Dengan kolaborasi, ekosistem perikanan cerdas di Sumenep bisa menjadi percontohan nasional.

Revolusi Digital Laut Sumenep

Inovasi ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan bisa menyatu dengan kearifan lokal. Nelayan Sumenep kini tak lagi bergantung sepenuhnya pada insting, tapi juga pada data cerdas dari laut, langsung ke layar ponsel mereka.

Sumenep telah melangkah maju, dari nelayan tradisional menuju nelayan digital berkat tangan dingin anak mudanya yang tak lupa pada laut, tanah, dan orang-orang kampung halamannya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Evaluasi Program MBG Sumenep: DPC PWRI Gelar FGD Cari Solusi dan Keberlanjutan Program
Gerak Cepat Polsek Lenteng Ungkap Pencurian Motor, Pelaku Berhasil Diringkus
Kepala KUA Kota Sumenep Jemput Bola Periksa Wali Nikah yang Stroke, Pastikan Akad Sah dan Berkekuatan Hukum
Polres Sumenep Perkuat Strategi Harkamtibmas, Ikuti Anev Sitkamtibmas Triwulan II Tahun 2026
Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Santri Berkarakter, Kanjeng Toan: Kepemimpinan Harus Ditempa Sejak Dini
Prestasi Gemilang MAN Sumenep, Kepala Madrasah Apresiasi Kerja Keras Atlet dan Pelatih
Kejar PAD 2026, Bapenda Sumenep Mulai Periksa Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha Kuliner
Perkuat Jalinan Silaturahmi, Danyonif TP 931/KJ Hadiri Perkemahan Haflatul Imtihan di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:21 WIB

Evaluasi Program MBG Sumenep: DPC PWRI Gelar FGD Cari Solusi dan Keberlanjutan Program

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:52 WIB

Gerak Cepat Polsek Lenteng Ungkap Pencurian Motor, Pelaku Berhasil Diringkus

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:12 WIB

Kepala KUA Kota Sumenep Jemput Bola Periksa Wali Nikah yang Stroke, Pastikan Akad Sah dan Berkekuatan Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:13 WIB

Polres Sumenep Perkuat Strategi Harkamtibmas, Ikuti Anev Sitkamtibmas Triwulan II Tahun 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:59 WIB

Sinergi Pesantren dan TNI Cetak Santri Berkarakter, Kanjeng Toan: Kepemimpinan Harus Ditempa Sejak Dini

Berita Terbaru