JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali mencuri perhatian nasional. Pada Selasa (29/7/2025), Sumenep resmi menjadi salah satu dari tujuh titik strategis di Indonesia yang dipercaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai lokasi pelaksanaan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) 2025.
Program kolaboratif antara Kemenpora dan Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kabupaten Sumenep ini menjadi bagian dari upaya membangun peta kebugaran pelajar nasional, sebagai pondasi pengembangan kebijakan olahraga yang berbasis data dan fakta.
Dalam keterangannya kepada media ini, Ketua IGORNAS Kabupaten Sumenep, Dwi Cahya Gunawan, menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan pusat kepada daerah pesisir seperti Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami. Dari sekian banyak daerah di Indonesia, Sumenep terpilih menjadi salah satu titik TKPN 2025. Ini bukti bahwa potensi pelajar pesisir tidak bisa dipandang sebelah mata,” tegas Dwi Cahya Gunawan, Selasa (29/07/2025)
Kegiatan ini melibatkan 90 pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK sederajat.
“Masing-masing kelompok diwakili oleh 30 siswa yang menjalani serangkaian pengukuran kebugaran fisik mulai pukul 07.30 hingga 11.15 WIB,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Senin sore (28/7), tim teknis dari Kemenpora menggelar briefing bersama IGORNAS untuk memastikan kesiapan pelaksanaan dan penginputan data melalui sistem digital nasional.
“Data yang terkumpul akan secara langsung terhubung ke database nasional milik Kemenpora, dan dapat digunakan untuk kebutuhan pemetaan dan rekrutmen atlet usia dini,” imbuhnya.
Tim Kemenpora yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah lima orang, terdiri dari ahli faal, ahli pengukuran, dan tim administrasi pusat.

Rombongan juga sempat melakukan kunjungan kehormatan kepada Kepala Disbudparopar Sumenep, H. Moh. Ikhsan, S.Pd., M.T., yang menyambut dengan antusias serta memberikan dukungan penuh.
“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi awal dari pembenahan menyeluruh terhadap kebugaran pelajar. Karena kesehatan dan daya tahan tubuh adalah fondasi prestasi, bukan hanya akademik tapi juga olahraga,” lanjut Dwi.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemerataan akses kebugaran untuk pelajar di seluruh pelosok negeri, baik di wilayah perkotaan maupun pesisir.

Dengan TKPN 2025, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan data maupun perhatian antara satu daerah dengan lainnya.
“Sumenep siap menjadi laboratorium pesisir bagi Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar dari wilayah pinggiran juga bisa tampil bugar, sehat, dan berprestasi,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan semua pihak, TKPN 2025 di Sumenep bukan hanya soal pengukuran kebugaran, tapi tentang membuka jalan menuju Indonesia yang lebih sehat dan merata dimulai dari pelajarnya. (REDJAVA****)










