JAVANETWORK.CO.ID.SAMPANG – Sivitas akademika Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Walisongo Sampang menunjukkan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal. Salah satu dosennya, Khoirul Umam, S.H., M.E., turut berpartisipasi dalam penulisan buku Konten Budaya Lokal yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sampang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal, yang mendorong peserta menggali kekayaan nilai dan tradisi Madura untuk dikemas menjadi karya tulis yang inspiratif. Program ini diharapkan dapat menjadi media dokumentasi budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Khoirul Umam menjelaskan, keterlibatannya dalam program ini menjadi bentuk tanggung jawab akademisi terhadap pelestarian budaya. “Suatu kebanggaan bagi saya bisa terpilih menjadi penulis konten budaya lokal. Tradisi lokal harus tetap dijaga meski zaman terus berubah,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya sangat mengapresiasi PERPUSDA Sampang yang membuka ruang kreasi bagi penulis, pegiat literasi, dan akademisi. Dengan adanya buku ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai tradisi yang menjadi identitas masyarakat Madura.”
Khoirul menulis tentang Uniknya Tradisi Madura (Nyandhe’), sebuah warisan budaya khas Sampang yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Ketua STEI Walisongo Sampang, Prayudi Kumala, S.Hi., M.E., menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam mendorong literasi serta pelestarian budaya. “Program seperti ini memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya kaum milenial, untuk menuangkan ide dan kreativitas mereka dalam bentuk tulisan,” kata Prayudi.
Ia menambahkan, “Saya berharap kolaborasi ini dapat memunculkan bibit unggul di dunia literasi Kabupaten Sampang dan terus memacu generasi muda untuk mencintai budaya lokal.”
Buku hasil kolaborasi para penulis, pegiat budaya, dan akademisi ini resmi diluncurkan pada 3 November 2025 oleh Bupati Sampang, H. Slamet Djunaidi, dan kini menjadi salah satu koleksi literasi unggulan di Kabupaten Sampang.
Melalui kegiatan ini, STEI Walisongo Sampang menunjukkan bahwa peran akademisi tidak terbatas di ruang kelas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Madura. (REDJAVA****)












