JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi menempatkan Siswahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si. sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep.
Penunjukan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berbasis data, riset ilmiah, dan inovasi berkelanjutan.
Kebijakan penugasan tersebut ditetapkan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sebagai bagian dari agenda penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih terukur, adaptif, serta berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nama Siswahyudi Bintoro bukan figur baru dalam struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Ia merupakan alumni IPDN Angkatan 01, yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam manajemen pemerintahan, baik pada level perencanaan kebijakan maupun implementasi di lapangan.
Sebelum dipercaya memimpin BRIDA, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan.
Ia juga memiliki rekam jejak sebagai pejabat kecamatan, yakni Plt. Camat Manding, Camat Bluto, hingga Camat Gapura.
Pengalaman lintas jabatan tersebut menjadi modal penting dalam membaca kebutuhan riil masyarakat sekaligus dinamika kebijakan daerah.
BRIDA Kabupaten Sumenep memiliki mandat mengorkestrasi riset, kajian kebijakan, serta inovasi daerah. Peran ini krusial dalam memastikan setiap program pembangunan daerah berbasis data ilmiah, efektif, dan tepat sasaran.
BRIDA juga menjadi simpul kolaborasi antara pemerintah daerah dengan akademisi, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam keterangannya, Siswahyudi menegaskan komitmennya untuk menjadikan BRIDA sebagai pusat rujukan inovasi daerah yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan.
“BRIDA harus menjadi penggerak utama lahirnya inovasi daerah. Setiap kebijakan harus berbasis riset agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Siswahyudi Bintoro di sela-sela kegiatan aksi bersih-bersih dilakukan Pemkab Sumenep, Jum’at (10/04/2026)
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan perangkat daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berdampak,” tambahnya.
Dengan rekam jejak birokrasi yang matang serta pemahaman mendalam terhadap dinamika lapangan, Siswahyudi diharapkan mampu membawa BRIDA Sumenep menjadi institusi yang lebih progresif, responsif, dan berperan nyata dalam akselerasi pembangunan daerah.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan berbasis pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan. (REDJAVA****)









