Sirene BMKG Sumenep: Angin Kencang Picu Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Waspada

- Redaksi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir di perairan sekitar Pulau Madura.

“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan. Kondisi ini tentu berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan di wilayah Sumenep,” kata Ari Widjajanto, Sabtu (06/03/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir, terutama para nelayan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di laut. Sebab, perubahan cuaca di wilayah perairan sering kali terjadi secara cepat dan tidak selalu dapat diprediksi dari kondisi di daratan.

“Sering kali di daratan terlihat cuaca tenang, bahkan hampir tidak terasa angin. Namun ketika sudah berada di tengah laut, situasinya bisa sangat berbeda dengan angin yang jauh lebih kencang,” ujarnya.

Ia menuturkan, perbedaan kondisi antara daratan dan laut tersebut kerap menjadi faktor yang membuat masyarakat merasa aman saat memulai perjalanan laut, padahal risiko cuaca ekstrem bisa saja muncul di tengah perjalanan.

“Yang perlu diwaspadai adalah ketika masyarakat merasa kondisi aman saat berangkat karena di daratan tidak ada angin. Namun di tengah perjalanan justru menghadapi angin yang sangat kencang disertai peningkatan tinggi gelombang,” tambahnya.

Ari menambahkan, dinamika cuaca yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia yang dapat memengaruhi konfigurasi atmosfer, termasuk arah dan kecepatan angin.

“Keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia dapat memengaruhi konfigurasi cuaca, baik dari arah angin, kecepatannya, hingga tekanan udara,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya berharap kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep tetap relatif kondusif sehingga aktivitas masyarakat, khususnya sektor perikanan dan transportasi laut, dapat berjalan dengan aman.

“Kami berharap kondisi cuaca tetap relatif kondusif sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman, meskipun kemungkinan ada cuaca yang sifatnya sporadis,” ungkapnya.

BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan sistem cuaca dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan.

“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca. Jika ada potensi yang perlu diwaspadai, tentu akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Ari sapaannya.

Lebih lanjut dirinya menekankan pentingnya mengedepankan faktor keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan laut.

“Kami mengimbau masyarakat agar benar-benar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Periode 2022-2027
Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih
Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah
MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Insan Kamil Resmi Kantongi Izin Operasional, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Madrasah Berprestasi
Rutan Sumenep Jadi Laboratorium Hukum, Siswa Binar Junior High School Belajar Langsung Sistem Pemasyarakatan
Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Belajar Langsung Sistem Pendidikan Malaysia, Bawa Pulang Inspirasi untuk Sekolah di Indonesia
Bapenda Sumenep Berjaya! M. Romli Juara Lomba Terong Perorangan Putra HUT RI Pemkab Sumenep
Temui Kapolresta, KWK Beberkan Ancaman Narkoba dan Judi di Wilayah Kepulauan Sumenep
KDKMP Sumenep Disorot, DPRD Pertanyakan Mekanisme Lelang, Kepala Desa Mengaku Tak Dilibatkan

BERITA TERKAIT

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:50 WIB

MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Insan Kamil Resmi Kantongi Izin Operasional, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Madrasah Berprestasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Rutan Sumenep Jadi Laboratorium Hukum, Siswa Binar Junior High School Belajar Langsung Sistem Pemasyarakatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Belajar Langsung Sistem Pendidikan Malaysia, Bawa Pulang Inspirasi untuk Sekolah di Indonesia

BERITA TERBARU