JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.
Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir di perairan sekitar Pulau Madura.
“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan. Kondisi ini tentu berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan di wilayah Sumenep,” kata Ari Widjajanto, Sabtu (06/03/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir, terutama para nelayan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di laut. Sebab, perubahan cuaca di wilayah perairan sering kali terjadi secara cepat dan tidak selalu dapat diprediksi dari kondisi di daratan.
“Sering kali di daratan terlihat cuaca tenang, bahkan hampir tidak terasa angin. Namun ketika sudah berada di tengah laut, situasinya bisa sangat berbeda dengan angin yang jauh lebih kencang,” ujarnya.
Ia menuturkan, perbedaan kondisi antara daratan dan laut tersebut kerap menjadi faktor yang membuat masyarakat merasa aman saat memulai perjalanan laut, padahal risiko cuaca ekstrem bisa saja muncul di tengah perjalanan.
“Yang perlu diwaspadai adalah ketika masyarakat merasa kondisi aman saat berangkat karena di daratan tidak ada angin. Namun di tengah perjalanan justru menghadapi angin yang sangat kencang disertai peningkatan tinggi gelombang,” tambahnya.
Ari menambahkan, dinamika cuaca yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia yang dapat memengaruhi konfigurasi atmosfer, termasuk arah dan kecepatan angin.
“Keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia dapat memengaruhi konfigurasi cuaca, baik dari arah angin, kecepatannya, hingga tekanan udara,” sambungnya.
Meski demikian, pihaknya berharap kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep tetap relatif kondusif sehingga aktivitas masyarakat, khususnya sektor perikanan dan transportasi laut, dapat berjalan dengan aman.
“Kami berharap kondisi cuaca tetap relatif kondusif sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman, meskipun kemungkinan ada cuaca yang sifatnya sporadis,” ungkapnya.
BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan sistem cuaca dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan.
“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca. Jika ada potensi yang perlu diwaspadai, tentu akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Ari sapaannya.
Lebih lanjut dirinya menekankan pentingnya mengedepankan faktor keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan laut.
“Kami mengimbau masyarakat agar benar-benar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (REDJAVA****)












