Sirene BMKG Sumenep: Angin Kencang Picu Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Waspada

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Kepala Stasiun BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan pihaknya mencatat adanya peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir di perairan sekitar Pulau Madura.

“Dalam beberapa waktu terakhir memang terjadi peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan. Kondisi ini tentu berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan di wilayah Sumenep,” kata Ari Widjajanto, Sabtu (06/03/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat pesisir, terutama para nelayan yang setiap hari menggantungkan aktivitasnya di laut. Sebab, perubahan cuaca di wilayah perairan sering kali terjadi secara cepat dan tidak selalu dapat diprediksi dari kondisi di daratan.

“Sering kali di daratan terlihat cuaca tenang, bahkan hampir tidak terasa angin. Namun ketika sudah berada di tengah laut, situasinya bisa sangat berbeda dengan angin yang jauh lebih kencang,” ujarnya.

Ia menuturkan, perbedaan kondisi antara daratan dan laut tersebut kerap menjadi faktor yang membuat masyarakat merasa aman saat memulai perjalanan laut, padahal risiko cuaca ekstrem bisa saja muncul di tengah perjalanan.

“Yang perlu diwaspadai adalah ketika masyarakat merasa kondisi aman saat berangkat karena di daratan tidak ada angin. Namun di tengah perjalanan justru menghadapi angin yang sangat kencang disertai peningkatan tinggi gelombang,” tambahnya.

Ari menambahkan, dinamika cuaca yang terjadi saat ini juga dipengaruhi oleh keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia yang dapat memengaruhi konfigurasi atmosfer, termasuk arah dan kecepatan angin.

“Keberadaan bibit badai di wilayah selatan Indonesia dapat memengaruhi konfigurasi cuaca, baik dari arah angin, kecepatannya, hingga tekanan udara,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya berharap kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep tetap relatif kondusif sehingga aktivitas masyarakat, khususnya sektor perikanan dan transportasi laut, dapat berjalan dengan aman.

“Kami berharap kondisi cuaca tetap relatif kondusif sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman, meskipun kemungkinan ada cuaca yang sifatnya sporadis,” ungkapnya.

BMKG juga memastikan akan terus memantau perkembangan sistem cuaca dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan.

“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca. Jika ada potensi yang perlu diwaspadai, tentu akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Ari sapaannya.

Lebih lanjut dirinya menekankan pentingnya mengedepankan faktor keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan laut.

“Kami mengimbau masyarakat agar benar-benar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar. Jika situasi tidak memungkinkan, sebaiknya tidak memaksakan diri. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Momen Hangat Ketua DPRD Sumenep Bertemu Presiden Prabowo Subianto di Akmil Magelang
Helmi Art Museum Sumenep Gaungkan “From Steel to Soul” yang Menggetarkan Nusantara di Momentum Hari Keris Nasional 2026
Atlet Sumenep Pamer Dominasi di FOSFAT Se-Madura, Raih 4 Emas di Lintasan Sprint
Az Syahra Nastiti Ramadhani Bawa Pulang Juara 1 Smart Competition, Harumkan Dunia Pendidikan Sumenep
Hari Keris Nasional 2026: Dr. Naghfir Tegaskan Keris sebagai Simbol Kekuatan, Kejayaan, dan Kemakmuran Bangsa
11 Ribu Pelari Padati Gianyar, Polres Probolinggo Ambil Bagian di Kemala Run 2026
PC PSNU Pagar Nusa Sumenep Gelar Rapat Pleno, Perkuat Konsolidasi dan Penyegaran Pengurus hingga 2028
Peredaran Narkotika di Kepulauan Sumenep Kian Mengkhawatirkan, PDM: Alarm Serius Penegakan Hukum

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:58 WIB

Momen Hangat Ketua DPRD Sumenep Bertemu Presiden Prabowo Subianto di Akmil Magelang

Minggu, 19 April 2026 - 20:26 WIB

Helmi Art Museum Sumenep Gaungkan “From Steel to Soul” yang Menggetarkan Nusantara di Momentum Hari Keris Nasional 2026

Minggu, 19 April 2026 - 18:34 WIB

Atlet Sumenep Pamer Dominasi di FOSFAT Se-Madura, Raih 4 Emas di Lintasan Sprint

Minggu, 19 April 2026 - 18:12 WIB

Az Syahra Nastiti Ramadhani Bawa Pulang Juara 1 Smart Competition, Harumkan Dunia Pendidikan Sumenep

Minggu, 19 April 2026 - 16:41 WIB

Hari Keris Nasional 2026: Dr. Naghfir Tegaskan Keris sebagai Simbol Kekuatan, Kejayaan, dan Kemakmuran Bangsa

Berita Terbaru