JAVANETWORK.CO.ID.KEDIRI – Pemilik CT Corp, Chairul Tanjung, akhirnya sowan langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/10/2025). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari polemik tayangan Xpose Uncensored di Trans7, yang menampilkan sosok KH Anwar Manshur dengan narasi negatif.
Pertemuan berlangsung tertutup di Gedung Aula Yayasan Pesantren Lirboyo, dihadiri para kiai dan keluarga besar pesantren. Sekitar satu jam berdialog, Chairul Tanjung kemudian bergerak menuju kediaman KH Anwar Manshur untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Tepat pukul 15.46 WIB, Chairul Tanjung tiba di kediaman KH Anwar Manshur. Ia langsung sungkem di hadapan pengasuh pesantren tersebut sebagai bentuk penghormatan dan penyesalan atas tayangan yang menyinggung kalangan Nahdliyin. Tak lama berselang, Chairul Tanjung berpamitan setelah pertemuan singkat sekitar belasan menit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan itu, Chairul Tanjung tidak datang sendiri. Ia ditemani Prof M. Nuh, mantan Ketua Dewan Pers sekaligus tokoh nasional, serta Abdul Azis, petinggi Trans Corp, dan sejumlah rombongan lainnya.
Salah satu dzurriyah Pesantren Lirboyo, KH Abdul Mu’id (Gus Mu’id), menyampaikan bahwa kunjungan Chairul Tanjung bertujuan untuk sowan langsung kepada KH Anwar Manshur yang juga menjabat sebagai Rais PWNU Jawa Timur.
“Bapak Chairul Tanjung langsung menemui Kiai Anwar Manshur dan menyampaikan sendiri permohonan maafnya. Kiai Anwar menerima permohonan maaf tersebut,” ujar Gus Mu’id kepada media.
Gus Mu’id menambahkan, dalam pertemuan itu Chairul Tanjung berkomitmen memperbaiki sistem internal di Trans7 dan seluruh media di bawah naungan Trans Corp, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Beliau berjanji akan memastikan tak ada lagi tayangan yang menyerang amaliyah Nahdliyin atau pesantren,” ungkapnya.
Chairul Tanjung mengatakan dirinya bersyukur bisa bersilaturahmi langsung ke Pesantren Lirboyo dan berdialog dengan keluarga besar pesantren. Dalam pertemuan tersebut, pihak pesantren juga meminta agar penanggung jawab program diberi sanksi tegas.
Menanggapi hal itu, Chairul Tanjung menyebut Trans Corp telah memutus kerja sama dengan Production House (PH) Shandika, produsen tayangan Xpose Uncensored.
“Sudah kami berhentikan tim yang terlibat. Program tersebut juga kami hentikan secara permanen dan tidak akan ditayangkan lagi,” tegas Chairul Tanjung.
Chairul Tanjung menegaskan, langkah ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Trans Corp dalam menghormati nilai-nilai pesantren dan tradisi keagamaan di Indonesia. Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia media. (REDJAVA****)









