JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2023 di Kabupaten Sumenep dimeriahkan dengan kirab pawai budaya musik Tong-Tong di awali start di Lapangan Kerapan Sapi Jalan KH Agus Sumenep, Minggu (25/06/2023).
Kegiatan kirab budaya parade musik Tong-Tong berkat kolaborasi Badan Narkotika Nasional kabupaten (BNNK) Sumenep bersama Sija Center yang diikuti 11 peserta group. Dan finis di Kantor unit BRI Kota Sumenep.
Wakil Bupati Sumenep Hj Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi mengatakan momentum peringatan HANI 2023 secara massif dan terus menerus menggelorakan tentang penyalahgunaan Narkoba ditengah masyarakat.
“Pawai kirab budaya parade musik diharapkan sebagai sarana untuk membimbing sekaligus sebagai penyuluhan kepada masyarakat agar generasi muda tidak terjerumus Narkoba,” kata Wabup Sumenep Hj Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi.
Sehingga, generasi muda selalu senantiasa terlibat aktif dalam kegiatan positif dengan mengampanyekan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan, peredaran Narkoba di Kabupaten Sumenep.
“Sumenep adalah sebuah Kabupaten yang meliputi daratan dan kepulauan, sudah tentu mempunyai tantangan tersendiri dalam mencegah dan memberantas peredaran Narkoba, untuk itulah dibutuhkan peran serta semua elemen di daerah,” harap orang nomer dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu.
Lebih lanjut, orang nomer dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu meminta dan mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya untuk hidup sehat dengan melakukan kegiatan yang bersifat positif.
“Kepada orang tua agar mempersiapkan anak-anaknya sejak dini untuk menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia dan berbudaya untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pantia Kirab Budaya dalam memperingati HANI 2023, Fauzi Al Qodiri menerangkan tujuan utama digelarnya kirab pawai budaya musik Tong-Tong tersebut sebagai salah satu sarana kampanye hari anti Narkoba dan juga dalam rangka melestarikan seni budaya.
Ia berharap kepada para pemuda Sumenep agar tidak menyentuh dan menjauhi barang haram tersebut, karena dapat merusak semua hal yang ada di diri kita.
“Bukan hanya merusak syaraf otak kita, namun yang jelas juga merusak ekonomi keluarga kita. Sehingga dimungkinkan akan ada keinginan untuk mendapatkan uang dengan cara kriminal,” kata Fauzi Al Qodiri, Senin (26/06/2023).
Lebih lanjut Ketua Remaja Masjid Kabupaten Sumenep itu menyebut melalui pagelaran parade musik Tong-Tong ini diharapkan juga bisa merawat budaya lokal serta membangkitkan ekonomi masyarakat.
“Hal itu terbukti dengan dengan penonton yang membeludak di luar dugaan. Ini membuktikan bahwa pagelaran seni budaya musik Tong-Tong sangat diminati masyarakat Sumenep,” tandasnya. (REDJAVA****)












