Seruan dari Kangean: Pemuda Suarakan Harapan atas Rencana Survei Seismik

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Gerakan Advokasi Rakyat dan Intelektual Sosial Kangean (GARIS-K) Agus Salim

Ketua Gerakan Advokasi Rakyat dan Intelektual Sosial Kangean (GARIS-K) Agus Salim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah senyapnya perairan Kangean yang tenang, kini menggema suara penolakan yang tak bisa lagi diabaikan. Dari sudut timur Kabupaten Sumenep, seorang anak muda muncul membawa semangat perubahan bukan dengan kemarahan, tapi dengan nurani.

Ia adalah Agus Salim, Ketua Gerakan Advokasi Rakyat dan Intelektual Sosial Kangean (GARIS-K), yang lantang menolak rencana survei seismik 3D di laut tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

“Saya bukan anti pembangunan. Tapi saya percaya, pembangunan yang tak berpijak pada suara rakyat adalah bentuk perampasan. Ia mungkin sah di atas kertas hukum, tapi cacat secara moral,” ucap Agus penuh keteguhan, Sabtu (15/6/2025).

Sebagai putra asli Kangean, Agus tahu betul bahwa laut bukan sekadar hamparan biru. Di situlah denyut hidup warga berdetak. Laut adalah sumber nafkah, ruang spiritual, dan harapan masa depan.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Hibahkan Tanah untuk TNI AL: Dari Sumenep, Cinta Negeri Menyala di Laut

Karena itu, rencana survei seismik yang muncul tanpa keterlibatan masyarakat, tanpa dialog terbuka, tak hanya menimbulkan pertanyaan, tapi juga rasa terluka.

“Kami lelah menjadi penonton di tanah sendiri. Ketika laut kami diguncang gelombang buatan, siapa yang menjamin ekosistem tetap utuh? Siapa yang menjamin anak cucu kami masih bisa hidup dari laut yang sama?” ujarnya, getir namun tegas.

GARIS-K pun menyatakan sikap dengan tiga tuntutan penting:

1. Pemerintah Kabupaten Sumenep diminta menyuarakan keberpihakan.

“Jangan hanya hadir saat pilkada. Ketika kami bersuara, jangan malah bungkam. Kami butuh pemimpin yang melihat Kangean bukan sekadar angka dalam peta pemilu,” seru Agus.

2. Camat Arjasa diminta berdiri di pihak rakyat.

“Ini bukan semata urusan teknis, ini soal keberanian mengambil posisi. Apakah bersama masyarakat atau bersama kepentingan yang membungkam?” lanjutnya.

3. PT KEI dan SKK Migas diminta menghentikan rencana survei.

“Jika tak mampu berdialog secara terbuka dan jujur dengan masyarakat, lebih baik hentikan langkah dan tinggalkan laut kami.” jelasnya.

Namun, suara Agus tak berhenti pada penolakan. Ia dan GARIS-K menawarkan pandangan alternatif: pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal, kelestarian lingkungan, dan partisipasi masyarakat.

“Kami bermimpi tentang laut yang sehat, pulau yang kuat, dan warga yang berdaulat. Kami ingin pendidikan yang adil, infrastruktur yang layak, dan pemimpin yang tidak hanya hadir saat butuh suara, tapi benar-benar mencintai tanah ini,” ungkapnya.

Di akhir, Agus menyerukan ajakan moral kepada seluruh pemuda dan mahasiswa asal Kangean. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga ruang hidup bukan hanya milik generasi tua.

“Saat mereka datang dengan alat berat dan kapal canggih, kami hanya punya suara dan keberanian. Tapi sejarah negeri ini selalu ditulis oleh rakyat biasa yang berani berdiri melawan ketidakadilan. Dan kini, giliran kami menulis halaman itu,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Bupati Sumenep Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Raihan WTP Ke-9 Berturut-turut
PDIP Bantah Tunggangi Aksi Mahasiswa Tolak MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Tidak Bisa Diperintah Siapa Pun
Grand Final Festival Karaoke Dangdut Madura Open 2026 Jadi Sorotan, Talenta Terbaik Madura Siap Tampil Memukau
Warga Sumenep Raih Hadiah Umrah dari Pemprov Jatim, Bukti Nyata Kepatuhan Bayar Pajak Berbuah Manis
Donor Darah DWP Kabupaten Sumenep Jadi Wujud Nyata Solidaritas dan Kepedulian Kemanusiaan
Semangat Bung Karno Warnai Turnamen Catur Percasi Sumenep 2026, Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Rutan Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Keluarga Warga Binaan Bisa Cek Kondisi Tubuh Saat Berkunjung
Perpisahan SDN Pajagalan II Tak Sekadar Seremoni, Kadisdik Sumenep Tekankan Pentingnya Akhlak dan Prestasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:48 WIB

Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Bupati Sumenep Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Raihan WTP Ke-9 Berturut-turut

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:41 WIB

PDIP Bantah Tunggangi Aksi Mahasiswa Tolak MBG, Said Abdullah: Mahasiswa Tidak Bisa Diperintah Siapa Pun

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:55 WIB

Grand Final Festival Karaoke Dangdut Madura Open 2026 Jadi Sorotan, Talenta Terbaik Madura Siap Tampil Memukau

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:28 WIB

Warga Sumenep Raih Hadiah Umrah dari Pemprov Jatim, Bukti Nyata Kepatuhan Bayar Pajak Berbuah Manis

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:34 WIB

Donor Darah DWP Kabupaten Sumenep Jadi Wujud Nyata Solidaritas dan Kepedulian Kemanusiaan

Berita Terbaru