JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi kian terasa di Kabupaten Sumenep.
Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) Sumenep kembali menggelar aksi sosial bertajuk Bungkus Nasi Bungkus Urusan Akhirat (Bungturat) dengan membagikan 105 bungkus nasi kepada masyarakat yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo, tepat di depan Kantor PD Muhammadiyah Sumenep, Jumat (20/02/2026) sore.
Berbeda dari biasanya yang dilakukan pada pagi hari, kali ini pembagian digelar menjelang waktu berbuka puasa.
Para relawan tampak berbaris rapi di tepi jalan, menyasar pengendara roda dua (R2), roda empat (R4), pejalan kaki, hingga abang becak yang melintas di jalur tersebut.
Ketua KBS Sumenep, Akhmad Sahruddin, mengatakan bahwa perubahan waktu pelaksanaan merupakan bentuk penyesuaian dengan momentum Ramadan.
“Biasanya kami berbagi di pagi hari, tetapi karena ini sudah memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, maka kami geser ke sore hari agar bisa langsung dimanfaatkan untuk berbuka puasa,” ujar Akhmad Sahruddin disela-sela kegiatan.
Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan memperluas manfaat kepada masyarakat, khususnya mereka yang masih berada di jalan saat waktu berbuka tiba.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang masih dalam perjalanan, baik pengendara motor, mobil, pejalan kaki maupun abang becak, tetap bisa berbuka dengan layak. Ini bagian dari ikhtiar kecil kami untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana,” tambahnya.
Sebanyak 105 bungkus nasi dibagikan dalam kegiatan tersebut. Dalam waktu singkat, seluruh paket ludes tersalurkan kepada masyarakat yang melintas.
Suasana berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Senyum serta ucapan terima kasih dari para penerima menjadi pemandangan yang menguatkan makna berbagi di bulan penuh berkah.
Lebih lanjut, Akhmad Sahruddin menegaskan, program Bungturat bukan sekadar agenda rutin, melainkan gerakan moral untuk menumbuhkan kepedulian bersama.
“Kami percaya, berbagi itu bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi tentang konsistensi dan keikhlasan. Semoga apa yang kami lakukan hari ini menjadi penyemangat bagi lebih banyak pihak untuk ikut peduli,” tutup Akhmad Sahruddin.
Melalui aksi sederhana di tepi jalan itu, KBS Sumenep kembali menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat empati sosial.
Di tengah lalu lalang kendaraan dan hiruk pikuk sore hari, 105 bungkus nasi menjadi simbol kepedulian yang menyatukan. (REDJAVA****)











