JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep.
Melalui Unit Tugas Pengawalan dan Pengaturan Lalu Lintas (Tujarwali), mereka berkolaborasi dengan Komunitas Berbagi Sumenep (KBS) dalam kegiatan santunan anak yatim di Mushola Nur Muhamad, Dusun Benusan, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Sabtu (24/5/2025) kemarin.
Puluhan anak yatim dari lingkungan sekitar tampak hadir dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut. Selain pemberian santunan, acara juga diisi dengan doa bersama sebagai wujud syukur dan harapan akan keberkahan hidup.
Kehadiran jajaran kepolisian disambut hangat oleh warga. Tak sekadar hadir sebagai penegak hukum, polisi juga menunjukkan peran kemanusiaan mereka yang menyentuh sisi kemasyarakatan.
Kanit Tujarwali Satlantas Polres Sumenep, IPDA Dita, S.H., mewakili Kasat Lantas AKP Ninit, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian yang tulus kepada sesama.
“Kami datang bukan membawa nama institusi semata, tetapi membawa niat tulus untuk bisa bermanfaat bagi sesama. Kami hanya berupaya melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya,” ujar IPDA Dita dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025).
Ia menekankan, kegiatan sosial semacam ini bukanlah rutinitas seremonial, melainkan lahir dari keyakinan bahwa setiap bentuk kebaikan akan membawa keberkahan terutama jika diberikan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan.
“Kami percaya, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan niat baik akan berdampak besar jika dilandasi keikhlasan. Selebihnya kami serahkan kepada Allah. Semoga apa yang kami lakukan mendapat ridho dan keberkahan dari-Nya. Aamiin,” ujarnya.
IPDA Dita juga berharap, lewat kegiatan ini, citra polisi sebagai pelindung masyarakat semakin kuat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kehadiran sosial yang menenangkan.
“InsyaAllah, kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan dengan harapan dapat menghadirkan senyum, kebahagiaan, dan harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.
Kegiatan santunan ini menjadi potret nyata bahwa nilai kemanusiaan dan keimanan dapat berjalan seiring membawa pesan bahwa menjadi manusia yang bermanfaat adalah panggilan nurani yang tak boleh diabaikan. (REDJAVA****)











