JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Di tengah perjalanan pulang usai Rapat Kerja (Raker) di Kota Batu, belasan anggota Jurnalis Sumenep Independen (JSI) memilih berhenti sejenak untuk menebar kebaikan menggelar Program “Saku Berkah”, sebuah inisiatif sosial yang ditujukan bagi para pelaku usaha mikro. Minggu (07/12/2025).
Sasaran kegiatan kali ini adalah pedagang kaki lima (PKL) di belakang Kampus Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA), kawasan Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Kawasan tersebut menjadi pilihan karena banyak PKL yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian dengan pendapatan yang tidak selalu stabil.
Menurut pengurus JSI Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar, Program Saku Berkah sudah lama menjadi gerakan sosial JSI.
Meski organisasi berbasis di Sumenep, mereka berkomitmen menghadirkan manfaat di berbagai daerah Jawa Timur, terutama di lokasi-lokasi yang mereka singgahi dalam kegiatan organisasi.
“Kami tidak hanya membagikan Saku Berkah, tapi juga memborong dagangan PKL, lalu mengajak mereka makan bersama,” kata Ibnu di Surabaya, Minggu (7/12/2025).
Ibnu menambahkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar. Langkah sederhana justru kerap menghadirkan dampak emosional yang lebih dalam.

“Membantu mereka, meski sedikit, membuat hati kami ikut tersentuh. Berbagi itu soal ketulusan, bukan seberapa besar nilainya,” tambahnya.
Sebelum memasuki pernyataan Ketua JSI, Ibnu juga menutup penjelasannya dengan harapan agar gerakan kecil ini bisa terus menginspirasi banyak pihak.
“Semoga Saku Berkah terus berlanjut dan semakin banyak yang tergerak untuk membantu sesama,” pungkas Ibnu.
Di sisi lain, Ketua JSI Kabupaten Sumenep, Igusty Madani, menyampaikan dukungannya terhadap Program Saku Berkah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam menguatkan solidaritas sosial di masyarakat.
“Setiap perjalanan organisasi adalah kesempatan untuk berbagi. Kami ingin keberadaan JSI membawa manfaat, di mana pun kami berada,” ujar Igusty dalam kesempatan terpisah.
Suasana hangat tercipta ketika para pedagang diajak berbincang dan makan bersama. Senyum para PKL yang sebelumnya tampak lelah mulai mengembang, memberikan gambaran betapa berarti perhatian sederhana tersebut bagi mereka.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama. Para anggota JSI berharap gerakan kecil seperti ini dapat terus menyebarkan kebaikan dan meringankan beban masyarakat kecil. (REDJAVA****)












