JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Kemenkumham Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi guna membahas rencana aksi 100 Hari Kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Rakor yang dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Ridwan Susilo, Amd, IP, MM diikuti seluruh ASN di lingkungan Rutan dengan fokus langkah strategis di bidang pemasyarakatan.
Rapat koordinasi diselenggarakan menitikberatkan pada dua poin utama : pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di dalam rumah tahanan (Rutan).
Selain itu, Rakor tersebut juga membahas peningkatan peran serta warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam mendorong dan mendukung ketahanan pangan nasional dan sektor UMKM.
Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Sumenep, Ridwan Susilo, Amd, IP, MM menyampaikan pentingnya upaya bersama dalam memastikan Rutan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Selain itu tindakan penipuan yang jelas nantinya akan mencoreng integritas institusi pemasyarakatan, khususnya Rutan Sumenep,” kata Ridwan Susilo, Amd, IP, MM pada keterangan rilisnya. Kamis (14/11/2024).
Menurut dia langkah konkret ini disusun dengan pelaksanaan pengawasan ketat, penggeladahan rutin serta pembekalan yang lebih intensif bagi WBP terkait dampak buruk narkoba.
“Dalam rakor ini, kita juga fokus dalam pemberdayaan WBP untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penguatan UMKM melalui kegiatan produktif,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa pemberdayaan ini bertujuan agar warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Sumenep dapat lebih mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat sekitarnya.
“Dengan melalui produk-produk UMKM berkualitas dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dihasilkan dari keterampilan di dalam rutan dapat menjadi sumber penghasilan bagi mereka,” jelas Ridwan Susilo, Amd, IP, MM.
Orang nomer satu di jajaran Rutan Kelas IIB Sumenep itu menambahkan rencana aksi ini merupakan upaya besar untuk mewujudkan lapas dan rutan benar-benar bersih dari kejahatan narkoba dan penipuan.
“Dengan peningkatan keterampilan WBP. Kami berharap mereka mampu berperan dalam ketahanan pangan nasional dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi,” pungkasnya. (REDJAVA****)











