JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep kembali berhasil digagalkan. Kali ini, modus yang digunakan terbilang nekat: sabu diduga disembunyikan di dalam nasi padang yang dibawa pengunjung saat momen Lebaran Ketupat, Sabtu (28/03/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat petugas menjalankan prosedur pemeriksaan rutin terhadap barang titipan makanan dari pengunjung. Seorang pengunjung berinisial HR diketahui hendak mengirimkan nasi padang kepada warga binaan berinisial S.
Namun, ketelitian petugas menjadi kunci terbongkarnya upaya tersebut. Dalam proses pemeriksaan, petugas menemukan paket kecil mencurigakan yang terselip di dalam makanan. Setelah diperiksa lebih lanjut, paket itu diduga berisi narkotika jenis sabu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas yang menemukan barang tersebut, Maftur Rahman, segera melaporkan temuannya. Tanpa menunggu lama, HR langsung diamankan untuk dimintai keterangan guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Rutan Sumenep pun bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama aparat dari Polres Sumenep untuk menangani kasus tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi celah terhadap segala bentuk penyelundupan barang terlarang, terutama narkoba.
“Ini adalah bukti bahwa kami tidak pernah lengah. Seluruh petugas bekerja sesuai SOP dengan tingkat kewaspadaan tinggi untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam rutan,” kata Karutan Aditya Wahyu Rahmadani.
Ia juga menekankan bahwa berbagai modus penyelundupan terus berkembang, sehingga pengawasan harus semakin diperketat di setiap lini pelayanan.
“Kami berkomitmen penuh menjadikan Rutan Sumenep bersih dari Halinar. Keberhasilan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa upaya penyelundupan bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun kami pastikan akan terus meningkatkan pengawasan,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa momentum hari besar sekalipun kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi ilegal. Karena itu, konsistensi dalam penerapan prosedur dan kewaspadaan petugas menjadi benteng utama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (REDJAVA****)









