JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat merespons kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Wakil Bupati K.H. Imam Hasyim turun langsung meninjau kondisi MI Hidayatul Muttaqin di Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Senin (9/3/2026) pagi.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB itu dilakukan untuk melihat secara langsung kerusakan pada bangunan sekolah, khususnya bagian atap yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah unsur terkait, di antaranya perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, Dinsos P3A, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumenep, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumenep, serta Camat Gapura.
Wakil Bupati K.H. Imam Hasyim, S.H.,M.H., menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah perbaikan agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi sekolah ini. Pemerintah daerah akan segera mengambil langkah perbaikan, terutama pada bagian atap yang rusak, agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan aman dan nyaman,” ujar KH. Imam Hasyim di sela-sela kunjungan.
Orang nomor dua di kabupaten Sumenep itu menambahkan bahwa keberlangsungan pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama ketika lembaga pendidikan terdampak bencana.
“Fasilitas pendidikan harus tetap terjaga. Anak-anak harus tetap bisa belajar dengan baik, sehingga pemerintah daerah akan berupaya secepat mungkin melakukan penanganan terhadap kerusakan yang terjadi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumenep juga menyerahkan bantuan kepada pihak sekolah melalui program kemanusiaan untuk membantu pemulihan pascabencana.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep, Akhmad Rahman, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan yang terdampak musibah.
“Melalui program Baznas Sumenep Peduli, kami berupaya hadir membantu lembaga pendidikan yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan sekolah,” kata Akhmad Rahman.
Dirinya juga berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para guru dan siswa untuk tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
“Semoga bantuan ini memberikan semangat baru bagi para guru dan siswa. Pendidikan harus tetap berjalan, meskipun sekolah sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan lembaga sosial dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Dengan rencana perbaikan bangunan sekolah oleh pemerintah daerah serta dukungan bantuan dari Baznas, diharapkan proses belajar mengajar di MI Hidayatul Muttaqin dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. ((REDJAVA****)










