JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mesin politik PDI Perjuangan di Kabupaten Sumenep mulai dipanaskan lebih awal. Sebanyak 27 kecamatan terdiri dari 17 wilayah daratan dan 10 kepulauan resmi merampungkan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) sebagai bagian dari restrukturisasi dan penguatan kader hingga tingkat bawah.
Agenda yang menjadi ritual lima tahunan ini ditegaskan langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, saat membuka Musancab di Islamic Center Sumenep, Minggu (26/4/2026).
“Musancab ini bukan sekadar forum formal. Ini adalah napas kaderisasi partai yang kami rawat secara konsisten dari pusat hingga akar rumput,” kata Said Abdullah.
Ia menekankan, sistem kaderisasi berjenjang menjadi kekuatan utama partai berlambang banteng tersebut. Mulai dari Kongres, Konferda, Konfercab, Musancab hingga Musyawarah Ranting, seluruh tahapan dirancang untuk memastikan regenerasi berjalan sistematis dan berkelanjutan.
Menurut Said, kekuatan ideologi menjadi fondasi utama dalam setiap langkah politik partai. Karena itu, konsolidasi tidak berhenti pada forum musyawarah semata, melainkan diperkuat melalui program rutin triwulanan yang menyasar peningkatan kapasitas kader sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Setiap gerak partai harus berpijak pada ideologi. Dari situlah arah perjuangan ditentukan agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyebut rampungnya Musancab sebagai momentum strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan partai secara menyeluruh.

Tak main-main, sebanyak 1.031 kader dari berbagai penjuru Sumenep baik daratan maupun kepulauan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ribuan kader ini dinilai sebagai sinyal kuat soliditas internal partai.
“Ini bukti bahwa struktur partai kita hidup dan bergerak. Kader dari tingkat PAC hingga ranting hadir dan siap bekerja,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Ia menegaskan, pengurus PAC yang baru dilantik tidak boleh hanya menjadi pelengkap struktur, melainkan harus aktif turun ke masyarakat, menyatu dengan persoalan rakyat, dan menjadi ujung tombak perjuangan partai.
Lebih jauh, Fauzi juga memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Dengan kekuatan yang telah terkonsolidasi, PDI Perjuangan Sumenep membidik kemenangan dengan raihan 15 kursi legislatif.
“Target kami jelas, 15 kursi dan kembali menjadi pemenang. Tapi itu hanya bisa dicapai kalau semua kader bergerak bersama, solid, dan konsisten di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan, kunci kemenangan bukan hanya pada strategi politik, melainkan pada kekompakan dan semangat gotong royong seluruh kader.
“Kalau kita kompak dan bekerja kolektif, kemenangan itu bukan sekadar target, tapi keniscayaan,” pungkas Achmad Fauzi Wongsojudo. (REDJAVA****)












