JAVANETWORK.CO.ID.BANGKALAN – Dunia akademik kembali dibanggakan oleh putra Sumenep, Madura Mawardi, S.Sos, SH, MH yang juga Dosen Fakultas Syariah Institut Bahri Asyiq Galis, Bangkalan, berhasil lolos sebagai presenter pada ajang internasional.
Karya ilmiahnya yang berjudul “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Penyelesaian Sengketa Hukum: Studi Transformasi Sosial dan Tantangan Regulasi” dipresentasikan pada 24–25 November 2025.
Kegiatan berlangsung di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam forum International Conference on Islam, Sciences, Law, Language, Education, Economics and Humanities (4th IC-ISLEH 2025).
Mawardi, S.Sos, SH MH menekankan bahwa penelitian ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai-nilai hukum Islam.
“Kecerdasan buatan bukan sekadar inovasi teknologi, tapi juga alat strategis untuk mempercepat penyelesaian sengketa hukum, tentu dengan tetap menegakkan prinsip Maqasid Syariah,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Dalam presentasinya, ia menyoroti tantangan regulasi yang muncul seiring perkembangan AI di ranah hukum, sekaligus menegaskan pentingnya transformasi sosial berbasis keadilan.
“Hukum tidak bisa berjalan sendiri; masyarakat harus siap menyesuaikan diri, dan regulasi harus adaptif agar tidak tertinggal zaman,” jelas Mawardi.
Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama Madura di kancah internasional, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda akademisi Indonesia untuk menjadi pionir pemikiran hukum modern berbasis nilai Islam.
“Saya berharap ini menjadi inspirasi, bahwa meski berasal dari Madura, karya akademik kita bisa bersaing global,” pungkasnya penuh percaya diri. (REDJAVA****)










