JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Sumenep (PPDS) terus menunjukkan eksistensinya sebagai wadah solidaritas dan pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas di Kabupaten Sumenep.
Dalam pertemuan rutin yang digelar pada Rabu (23/07/2025), puluhan anggota berkumpul di Aula PPDS yang terletak di sisi timur Taman Bunga Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep.
Sedikitnya 50 hingga 60 orang hadir dalam agenda bulanan tersebut, dari total lebih dari 150 anggota yang tergabung dalam organisasi.
Selain mempererat silaturahmi antarsesama, pertemuan kali ini juga dimanfaatkan untuk membahas dua agenda penting, yakni persiapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rencana pelatihan keterampilan bagi para anggota.
Ketua PPDS, Suryati Ningsih, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak sekadar mengakomodasi pertemuan rutin, tetapi juga berupaya nyata untuk mendorong kemandirian anggotanya melalui pelatihan-pelatihan praktis yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu.

“Kami ingin kehadiran PPDS benar-benar memberikan manfaat konkret bagi para penyandang disabilitas, bukan hanya sebagai tempat berkumpul. Maka dari itu, selain kegiatan keagamaan seperti Maulid, kami juga memprioritaskan pelatihan yang dapat menambah skill dan menunjang kemandirian ekonomi para anggota,” kata Suryati kepada media ini.
Menurutnya, pelatihan tersebut nantinya bisa mencakup berbagai bidang keterampilan seperti menjahit, kerajinan tangan, pengolahan makanan, atau bahkan pelatihan digital sederhana sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing peserta.
“Harapan saya semoga para penyandang disabilitas tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mampu berkarya dan bersaing secara sehat di tengah masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.
Ia menambahkan, kegiatan PPDS tidak berhenti di pertemuan rutin bulanan. Dalam momentum-momentum tertentu, pihaknya juga aktif menggelar kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang, baik dari kalangan disabilitas maupun masyarakat umum.
Ini sekaligus menjadi ruang edukasi publik bahwa penyandang disabilitas juga memiliki potensi besar yang patut dihargai dan diberi ruang.
“Kami juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan ini, karena inklusi sosial bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan aksi nyata,” tandasnya. (REDJAVA****)










