Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura Jawa Timur Kembali Gelar I’lan Al-Qur’an Ke XXII

Sabtu, 19 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pagelaran I'lan Al-Quran Di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan

Pagelaran I'lan Al-Quran Di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan

JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura Jawa Timur, adakan acara I’lan Al-Qur’an ke XXII. penghafal Al-Qur’an ini yang merupakan prosesi uji hafalan di markaz Dirosah Qur’aniayah (MDQ), acara tersebut di gelar di aula pondok pesantren Darul Ulum Banyuanyar sebanyak 12 santri. (19 Maret 2022 M/16 sya’ban 1443 H).

Suasana bahagia bercampur haru saat semua peserta I’lan membacakan ayat-ayat Al-Quran dengan fasih dan baik. satu persatu dari mereka diuji secara acak dari Juz 1 s/d Juz 30 oleh tim. prosesi I’lan yang dipimpin langsung pengasuh pondok Pesantren Banyuanyar RKH. Hasbullah Muhammad, Lc, KH. Abd. Hannan Tibuan (dewan pengasuh), KH. Abdul Basit Faqih (pengasuh pondok pesantren Sumber Camplong Kowel Pamekasan), dan KH. Muhammad Minnatullah Hasan Bakir (Dewan pengasuh pondok pesantren Darut Tauhid Palpettok Plakpak), KH Hasibin (pengasuh pondok pesantren Darul Ulum Karang Baru Nyalaran Blumbungan), dan beberapa para Kiai lainnya.

KH. Ilyas, mengajak para santri agar semangat terus untuk menghafal Al-Quran dan bukan hanya menghafal akan tetapi harus juga memahami maksud dan tujuan Al-Qur’an yang sebenarnya. menurutnya, Al-Quran tidak sulit untuk dihafal, sebagaimana janji Allah SWT dalam Al-Quran.

Selanjutnya, KH. Ilyas salah satu tokoh alumni pondok pesantren Banyuanyar sekaligus sebagai pengasuh pondok Pesantren di Bulmatet Karang Penang itu mengatakan, kehadiran Al-Quran merupakan hal yang sangat istimewa, sebab ia adalah kitab yang diturunkan oleh Dzat yang Maha Mulia melalui perantara malaikat paling mulia pada bulan yang mulia dan diturunkan pada Nabi paling mulia, serta tidak diamalkan kecuali, orang-orang yang mulia.

Ia berharap Alquran di jadikan sebagai pedoman hidup. Ia meyakini kebenaran isi Alquran. Ia juga membaca, menghafal, dan memahami dengan baik dan benar makna yang terkadung dalam Alquran serta mengamalkan seluruh isinya dalam aspek kehidupan mereka. Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafalkan, tetapi juga penting diinternalisasi dan direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari. generasi Qurani merupakan generani yang meyakini kebenaran isi Al-Qur’an, membaca, menghafal, serta memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya.

Ustadz Mahmud Ayatullah selaku direktur MDQ di pondok pesantren Banyuanyar menyampaikan banyak terimakasih kepada segenap partispan yang telah membantu untuk terselengarannya acara tersebut.

Ayoo bergabung di MDQ dan mondok di pondok pesantren Banyuanyar Pamekasan, Madura Jawa Timur, jika ingin menjadi generasi Qurani, generasi muda harus selalu menjadikan Alquran sebagai hiasan hati dan makanan bagi hati.

“Makanan hati adalah dzikir. salah satu dari bentuk dzikir itu adalah Alquran yang juga disebut Ad-Dzikru. oleh sebab itu, jika ingin menjadi generasi Qurani, yang ruhnya kuat, yang kalbunya kuat, maka dekatkan hati dengan Alquran,” Generasi Islam yang menjadikan aktivitas fisiknya dibawah bimbingan Alquran. amalan-amalannya adalah amalan kebaikan. dari lisan dan lidah keluar kalimat-kalimat yang baik. kemudian, seluruh anggota tubuhnya diarahkan untuk kebaikan-kebaikan.

“Alhamdulillah semua huffadz ini semuanya lulus dan semoga barokah dan bermanfaat,”Pernyataan dan doanya, “Ustad Mahmud.

  1. Acara I’lan Al-Qur’an tersebut ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari para simpatisan. seperti dari KSPPS Nuri Jatim, Toko Bagus, AMDK Nuri, beberapa anggota legislatif, beberapa kades di Madura, juga dari beberapa lembaga tahfidz di kabupaten Pamekasan dan Sampang, para pengusaha dan pedagang sukses alumni pondok pesantren Banyuanyar, dari salah satu jasa travel di Pamekasan yang memberikan hadiah berupa ziarah gratis kelima wali di Jawa Timur, kenang-kenangan lainnya diberikan oleh pengasuh, pengurus dan para pimpinan institusi di pondok pesantren Banyuanyar. (TIM PPI)

Berita Terkait

Hallo Masyarakat Sumenep! Festival Ojhung Hadir Perdana di Pantai Galung, Siap Jadi Magnet Wisata Baru
PMI Nonprosedural Asal Kepulauan Sumenep Dipulangkan dari Malaysia, Disnaker Beri Pendampingan Intensif
Samsat Keliling Menarik Minat Warga Raas, Satlantas Sumenep Perkuat Edukasi Pajak
Momentum Hardiknas, PBSI Sumenep Gelar Turnamen Bulutangkis Multikategori dengan Hadiah Besar
Gowes Bareng ASN, Kepala Rutan Sumenep Tekankan Soliditas dan Pola Hidup Sehat
Kolaborasi Terminal Arya Wiraraja–Bungurasih Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep yang Hendak Kabur ke Bojonegoro
Sentuhan Humanis Polwan Sumenep, Sholat Jumat Aman dan Lalu Lintas Lancar
Jumat Berkah Tanpa Henti, KBS Sumenep Bagikan 80 Nasi Bungturat di Simpang Polres

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 22:06 WIB

Hallo Masyarakat Sumenep! Festival Ojhung Hadir Perdana di Pantai Galung, Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Sabtu, 11 April 2026 - 20:39 WIB

PMI Nonprosedural Asal Kepulauan Sumenep Dipulangkan dari Malaysia, Disnaker Beri Pendampingan Intensif

Sabtu, 11 April 2026 - 19:15 WIB

Samsat Keliling Menarik Minat Warga Raas, Satlantas Sumenep Perkuat Edukasi Pajak

Sabtu, 11 April 2026 - 16:58 WIB

Momentum Hardiknas, PBSI Sumenep Gelar Turnamen Bulutangkis Multikategori dengan Hadiah Besar

Sabtu, 11 April 2026 - 15:39 WIB

Gowes Bareng ASN, Kepala Rutan Sumenep Tekankan Soliditas dan Pola Hidup Sehat

Berita Terbaru