JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Memasuki awal Agustus, suasana semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia mulai terasa di berbagai sudut wilayah Kabupaten Sumenep.
Warga ramai-ramai memasang umbul-umbul, bendera merah putih, hingga berbagai ornamen kemerdekaan di sepanjang jalan desa maupun kawasan permukiman.
Namun di balik semangat kemerdekaan tersebut, PT PLN (Persero) mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan, terutama dalam pemasangan dekorasi yang dekat dengan jaringan listrik.
Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah, menegaskan bahwa setiap tahun pihaknya selalu menerima laporan adanya gangguan jaringan maupun insiden ringan akibat pemasangan umbul-umbul yang terlalu dekat dengan kabel atau tiang listrik.
Hal ini, menurutnya, seharusnya bisa dicegah dengan kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan kelistrikan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menyambut HUT RI. Namun, kami juga mengimbau agar pemasangan umbul-umbul dan dekorasi kemerdekaan dilakukan secara aman dan tidak membahayakan. Terutama, hindari memasang dekorasi terlalu dekat dengan jaringan listrik PLN,” ujar Pangky kepada media ini, Minggu (03/08/2025).
Menurut Pangky, kontak langsung antara tali, kain, atau bahkan tiang umbul-umbul dengan kabel listrik bertegangan dapat menyebabkan korsleting, percikan api, bahkan kebakaran. Risiko lebih fatal adalah potensi sengatan listrik bagi warga yang tidak sengaja menyentuh atau memanjat tiang listrik saat memasang dekorasi.
Untuk mencegah hal-hal tersebut, PLN Sumenep memberikan beberapa tips pemasangan umbul-umbul yang aman, yaitu:
– Selalu pastikan posisi umbul-umbul jauh dari tiang dan kabel listrik.
– Gunakan tiang penyangga yang kuat serta tidak menghantarkan listrik (non-konduktif), seperti bambu atau kayu.
– Jangan pernah memanjat tiang listrik untuk memasang hiasan atau dekorasi dalam bentuk apa pun.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas pasokan listrik, dan salah satu tantangan yang sering muncul di bulan Agustus adalah gangguan karena dekorasi masyarakat yang tidak tepat penempatannya.
Kadang ada yang tidak sadar, kain umbul-umbulnya terbang tertiup angin dan menyangkut di kabel tegangan menengah. Ini bukan sekadar soal mati lampu, tapi bisa berbahaya jika korslet terjadi atau tiang terbakar,” imbuhnya.
Pangky juga menegaskan bahwa pihak PLN siap melakukan sosialisasi jika ada permintaan dari desa atau lingkungan RT/RW terkait tata cara pemasangan dekorasi yang aman.
Ia berharap sinergi antara warga dan PLN dapat menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang meriah tanpa harus mengorbankan keselamatan.
“Mari rayakan kemerdekaan dengan penuh semangat, tapi jangan abaikan keselamatan. Karena kemerdekaan bukan hanya soal semangat, tapi juga tentang rasa aman dari berbagai potensi bahaya,” pungkas Pangky. (REDJAVA****)












