JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sumenep pada Selasa (12/8/2025) menjadi pusat perhatian jajaran Kementerian Agama melalui kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Kegiatan ini digelar sebagai upaya evaluasi komprehensif terhadap kiprah, kepemimpinan, dan manajemen pendidikan yang dijalankan oleh kepala madrasah.
Proses penilaian melibatkan unsur lintas pihak, mulai dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Pendma) Provinsi Jawa Timur, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Sumenep, pengawas madrasah, perwakilan guru, staf tata usaha, hingga komite madrasah. Dari unsur pengawas pendamping, hadir Fathor Arifin, M.Pd., dan H. Ibnu Hajar yang memastikan penilaian berjalan objektif, transparan, dan sesuai prosedur.
Pengawas Kemenag Sumenep, Fathor Arifin, M.Pd., menjelaskan bahwa PKKM tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif semata, melainkan sebagai alat ukur yang menentukan arah pengembangan madrasah ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komponen penilaian mencakup lima aspek utama, yaitu usaha pengembangan madrasah, tugas manajerial kepala madrasah, pengembangan kewirausahaan, supervisi tenaga pendidik dan kependidikan (Tendik), serta hasil kinerja secara keseluruhan. Semua aspek ini dirancang untuk mengukur sejauh mana kepala madrasah mampu memimpin lembaga dengan visi dan strategi yang tepat,” ujarnya kepada media ini.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterlibatan berbagai unsur seperti guru, tenaga kependidikan, dan komite madrasah sangat penting untuk menjaga objektivitas penilaian. Menurutnya, penilaian yang transparan akan memotivasi kepala madrasah untuk terus melakukan perbaikan.
“PKKM menjadi momen refleksi sekaligus peluang bagi kepala madrasah untuk melihat kekuatan dan kelemahan kepemimpinannya. Dengan adanya masukan dari berbagai pihak, kepala madrasah diharapkan lebih inovatif dalam mengelola pembelajaran, administrasi, serta pengembangan lingkungan madrasah,” paparnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan kepala madrasah membangun budaya kerja positif, menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan sekolah, dan menjalin kemitraan yang produktif dengan masyarakat.
“Harapan kami, melalui PKKM ini, kepala madrasah mampu mengambil langkah konkret yang membawa madrasah lebih maju, unggul, dan berdaya saing. Pendidikan madrasah adalah benteng moral bangsa, sehingga kepemimpinan yang kuat dan visioner adalah kunci utama,” pungkasnya. (REDJAVA****)









