JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Penguatan literasi inklusif bagi anak berkebutuhan khusus terus diperluas di Kabupaten Sumenep.
Perpustakaan Keliling Kabupaten Sumenep hadir langsung di SLB Dharma Wanita Sumenep, memberikan layanan bacaan edukatif yang ramah disabilitas bagi peserta didik tunarungu dan tunagrahita, Selasa (hari ini).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses literasi yang lebih dekat, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah luar biasa, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusif di daerah.

Kepala SLB Dharma Wanita Sumenep, Anis Wicaksono, S.E., S.Pd., menyambut positif kehadiran layanan perpustakaan keliling yang dinilai mampu memperkaya metode pembelajaran di sekolahnya.
“Anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan belajar yang variatif dan tidak monoton. Kehadiran perpustakaan keliling memberi pengalaman baru yang menyenangkan, sekaligus mendorong minat baca peserta didik,” kata Anis disela-sela kegiatan.
Selain menghadirkan koleksi bacaan yang disesuaikan, layanan ini juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas dalam memperoleh hak atas literasi.
Ditempat yang sama, Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menegaskan bahwa literasi inklusif merupakan komitmen yang terus diperluas melalui layanan jemput bola.
“Perpustakaan keliling dirancang untuk menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Literasi tidak boleh berhenti karena keterbatasan fisik maupun kondisi tertentu,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan, kehadiran perpustakaan keliling di SLB bukan sekadar membawa buku, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang lebih manusiawi dan setara.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, merasakan kehadiran negara dalam pemenuhan hak atas pengetahuan. Inilah esensi dari literasi yang berkeadilan,” pungkas Syaiful Bahri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya membaca dan semangat belajar peserta didik berkebutuhan khusus semakin tumbuh, sekaligus memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan inklusif yang berkelanjutan. (REDJAVA/$$$)











