JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Jamik di Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Sumenep Madura Jawa Timur, Jum’at malam (07/10/2022).
Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi SH MH atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak masyarakat untuk meneladani sikap Qur’ani Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut karena Nabi Muhammad SAW adalah penutup Nabi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia.
Kata Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi SH MH, seluruh sikap perilaku Nabi Muhammad SAW adalah gambaran yang di ajarkan Allah SWT dan terdapat didalam Al-Qur’an.
“Kita sebagai umat Islam telah diwariskan pedoman hidup tentram dan senang, sekaligus sebagai bekal untuk kehidupan akhirat yakni Al-Qur’an dan As-sunah. Maka dari itulah sewajibnya kita meneladani Nabi Muhammad dan mengamalkan apa yang ada di Al-Qur’an,” tutur Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi SH MH.
Menurut Bupati ujung timur pulau Madura ini, Umat Islam adalah umat yang paling beruntung dikarenakan telah diberikan sosok panutan Nabi yang memiliki mukjizat yang tidak akan tergerus jaman. Bahkan menjadi pelita dijalan hidup di setiap generasi umat muslim di seluruh dunia.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita selenggarakan malam ini, merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan dalam kehidupan umat Islam,” jelasnya.
Masyarakat Sumenep diharapkan kata Bupati Sumenep untuk mengikuti tuntunan beragama yang diwariskan oleh para ulama Ahlussunah Wal Jamaah, salah satunya dengan berpegang kepada toleransi beragama.
Orang nomer satu di Pemerintahan Kabupaten Sumenep juga menerangkan bahwa Masjid Jamik ini menunjukkan simbol toleransi beragama yang ada di Kabupaten Sumenep. Ini merupakan peninggalan raja Sumenep yang tentunya ini syarat makna, khususnya dalam hal kebersamaan dan keberagaman di jaman dulu.
“Yang jelas Masjid Jamik ini merupakan simbol identitas masyarakat Sumenep yang agamis dan sangat toleransi terhadap perbedaan,” papar Bupati Sumenep.
Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi SH MH menambahkan,” bahwasanya Rasulullah SAW mengajarkan kita harus toleransi beragama. Kita bisa lihat bangunan Masjid Jamik ini yang terdiri dari paduan beberapa arsitektur, China, Asia dan Eropa dan ciri bangunan khas lokal juga tampak di atap bangunan,” pungkasnya.
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diisi dengan siraman rohani dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh KH. A Sadid Jauhari. Tampak hadir seluruh pengurus Takmir Jamik Sumenep dan ribuan masyarakat Sumenep. (REDJAVA****)











