JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelaran Festival Olahraga Tradisional Kabupaten (FORKAB) Sumenep 2025 yang berlangsung pada 22–23 November di GOR Voli Indoor A. Yani Sumenep menyisakan antusiasme tinggi dari para peserta, guru pendamping, hingga masyarakat yang memadati arena sejak pagi.
Ratusan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/sederajat unjuk kemampuan di berbagai cabang olahraga tradisional khas Nusantara.
Mulai dari ketapel, sumpitan, panahan, egrang, hingga dagongan, seluruh lomba berjalan meriah. Para peserta menampilkan keberanian, kecepatan, ketepatan, dan semangat sportivitas yang membuat suasana persaingan semakin hidup.
Ketua FORMI Sumenep, Agus Hendropriyono, mengatakan kepada media ini, Minggu (23/11/2025), bahwa FORKAB bukan sekadar kompetisi tahunan.
“Ajang ini kami desain bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan sportivitas kepada anak-anak kita,” kata Agus Hendropriyono kepada media ini, Minggu (23/11/2025) malam.
Pada cabang ketapel, para siswa dari SDN Pabian 3 mendominasi dengan raihan juara satu oleh M. Syaqief Rahman dan juara dua oleh M. Ilham Alwashlani, disusul Ahmad Ayya Abdillah dari SDN Pordapor 1 di posisi ketiga.
Tingkat SMP diramaikan kemenangan Muhammad Wafi Syafa Akbar (SMPN 4 Sumenep), Azkal Aman (SMPN 2 Ambunten), dan Faqih (MTSN 2 Sumenep).
Untuk tingkat SMA, Farel Farenta dari SMK Nasyrul Ulum menyabet juara pertama.
Pada cabang sumpitan, prestasi dicatatkan oleh Clarica Putri Ali (SMPN 2 Sumenep), Abdul Qadir Al-Jaylani (SMP Al-Siddiq), serta para siswa SMA seperti Riki Maulana Pratama, Farel, dan Farhan Arizona. Sementara pada tingkat SD, nama seperti Rifki dan Mufid dari SDN aaSergang 2 turut menguatkan kompetisi.
Cabang panahan berlangsung lebih sengit. Muhammad Shalaluddin dari SDN Pananggungan keluar sebagai juara pertama tingkat SD. Disusul Achmad Firman Ghani dan Siti Maryam Zahrotul di posisi kedua dan ketiga.
Tingkat SMP dimenangkan oleh Arya dari SMP Integral Luqman Al Hakim, sedangkan tingkat SMA diraih oleh Faizin, Aldi, Rozinah Shaila, Faqih Maulana, dan Ryn Hidayatullah.
Pada cabang egrang, sejumlah peserta tampil menonjol, di antaranya Hendri Kanto (SDN Dungkek III), Ahmad Firdaus (SDN Lapa Daya), Faiz Ramadan (SMP Nurul Sadda), Saiful Elmag (SMP 3 Sumenep), serta Agustino Dwi Ramadhoni dari SMAN 1 Bluto.
Sementara cabang dagongan, yang selalu menjadi tontonan favorit, turut menobatkan sekolah-sekolah seperti SMAN 1, SMAN 1 Bluto, dan SMK Nurul Hidayah sebagai juara.
Menurut Agus Hendropriyono, FORKAB adalah bentuk tanggung jawab moral KORMI untuk memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya.
“Olahraga tradisional adalah warisan yang tidak boleh hilang. Anak-anak harus mengenalnya, memainkannya, dan mencintainya,” tegas Agus.
Ia juga menilai peningkatan jumlah peserta tahun ini menunjukkan kesadaran sekolah dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung olahraga tradisional.
“Kami melihat antusiasme luar biasa. Ini bukti bahwa olahraga tradisional masih hidup dan dicintai,” katanya.
Agus menambahkan bahwa FORKAB bukan hanya arena perlombaan, tetapi ruang mengasah karakter pelajar.
“Mereka belajar tentang keberanian, strategi, kerja sama, dan rasa hormat kepada lawan. Nilai seperti ini sangat penting di tengah tantangan zaman sekarang,” ujar Agus menambahkan.
Selain itu, ia memastikan bahwa FORMI telah menyiapkan langkah lanjutan untuk pengembangan olahraga tradisional di tahun mendatang.
“Tahun depan kami akan memperluas cabang lomba dan memperbesar partisipasi. FORMI Sumenep siap konsisten melestarikan olahraga tradisional dengan cara yang lebih kreatif,” pungkasnya.
FORKAB Sumenep 2025 bukan hanya menyuguhkan persaingan sengit, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat.
Dengan banyaknya pelajar yang meraih prestasi, kegiatan ini mempertegas bahwa olahraga tradisional masih memiliki ruang luas di hati generasi muda. (REDJAVA****)











