Pembatik di Sumenep Didominasi Kawula Muda, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo : Ini Luar Biasa

Senin, 2 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH dan Wabup Hj Dewi Khalifah SH, MH, MPdi Saat Belajar Membatik di Centeng Koneng

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH dan Wabup Hj Dewi Khalifah SH, MH, MPdi Saat Belajar Membatik di Centeng Koneng

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Karya Pemuda asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali berhasil memukau masyarakat baik lokal hingga internasional.

Sebab, kota berjuluk Bumi Sumekar itu patut berbangga, dengan banyaknya generasi pembatik handal, yang berasal dari kalangan pemuda.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, karena produk batik di Kabupaten Sumenep, kini mulai merambah pasar internasional.

Salah satu yang telah masyhur di masyarakat adalah produk Batik Canteng Koneng (D’Cako), yang pemasarannya telah tembus ke negeri kincir Belanda hingga Korea Selatan.

Baca Juga :  Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tertawa Dengar Cerita Gus Dur

Hal itupun dibenarkan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, bahwa batik telah menjadi salah satu produk kebanggaan Bumi Sumekar, yang kini sudah go internasional dan diakui keindahannya.

Ia mengaku takjub saat mengetahui bahwa mayoritas pembatik yang ada di rumah produksi Canteng Koneng merupakan remaja dengan usia di bawah 26 tahun.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Buka Sumenep Cat Ethnic Carnival 2023, Kadisbudporapar Sumenep : Animo Masyarakat Sangat Luar Biasa

Dengan hal itu, betapa pentingnya peran seluruh pihak, terutama pemuda dalam menjaga dan melestarikan budaya, serta kekayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep, termasuk batik.

“Ini luar biasa sekali, karena pembatik kita didominasi oleh anak muda, yang umurnya di bawah 25 tahun,” ungkapnya, saat dihubungi oleh sejumlah media, Senin (02/10/2023) .

Lanjut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep tersebut juga mengingatkan, bahwa regenerasi pembatik, merupakan hal penting yang juga perlu untuk diperhatikan.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas KUA-PPAS Perubahan TA 2025

Menurutnya, generasi muda cenderung memiliki pemikiran-pemikiran yang inovatif dan bisa mengikuti trend. Berangkat dari kreatifitas tersebut, dia berharap akan mampu tercipta transformasi batik tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Lebih pada generasi muda. Pemikiran mereka biasanya kan masih fresh, ikut trend, tapi tetap harus mempertahankan tuh dari batik Sumenep,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres
Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT
Hendak Ambil Kayu ke Ladang, Warga Lobuk Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Desa
Over Kapasitas Jadi Perhatian, Rutan Sumenep Pindahkan 9 WBP Demi Optimalisasi Pembinaan
Edukasi Hantavirus di Rutan Sumenep, Langkah Nyata Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat dan Aman
Polres Sumenep Mantapkan Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional Melalui Anev Bersama Polsek
Call Center 112 Jadi Senjata Baru Pemkab Sumenep Selamatkan Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:46 WIB

Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:22 WIB

Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Hendak Ambil Kayu ke Ladang, Warga Lobuk Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa di Jalan Desa

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:43 WIB

Over Kapasitas Jadi Perhatian, Rutan Sumenep Pindahkan 9 WBP Demi Optimalisasi Pembinaan

Berita Terbaru