JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Sebuah momentum bersejarah terjadi di jantung Madura. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan langkah besar dengan dilantiknya jajaran pengurus baru periode 2024–2028, Minggu (18/5/2025).
Tak sekadar pergantian kepengurusan, pelantikan yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, ini menandai lahirnya arah baru gerakan kepemudaan berbasis keagamaan di ujung timur Pulau Garam.
Yang paling menyita perhatian publik adalah pernyataan tegas dari KH. Qumri Rahman, Ketua PC GP Ansor Sumenep yang baru dilantik. Dalam pidatonya, ia memperkenalkan gagasan besar bertajuk “Nusantara”akronim dari NU Santri dan Tentara, sebuah kolaborasi strategis antara GP Ansor dan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kami tidak datang dengan wacana kosong. Gerakan ini akan diwujudkan dalam bentuk nyata: panen raya telur dan penebaran bibit lele di berbagai titik. Ini bukan sekadar simbolik, melainkan ikhtiar GP Ansor untuk menjawab tantangan zaman,” tegas KH. Qumri dengan suara lantang yang disambut takbir para kader.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPP GP Ansor RI, termasuk Nurfaizin yang memimpin pengambilan sumpah. Turut hadir Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Syafril Musyafak, Ketua PCNU Sumenep, Wakil Bupati Sumenep, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Kepala Kemenag, para kiai sepuh, lora, hingga ratusan kader Ansor dan Banser dari seluruh penjuru kabupaten.
KH. Qumri, yang dikenal luas sebagai sosok santri dengan jiwa organisatoris kuat, juga menekankan pentingnya spiritualitas dalam perjuangan. Ia mengajak seluruh kader untuk menata niat dan melibatkan restu para muassis Nahdlatul Ulama dalam setiap langkah perjuangan.
“Keberkahan para pendiri NU adalah fondasi moral kita. Tanpa itu, gerakan hanya akan menjadi gerombolan tanpa arah,” ujarnya.
Pelantikan ini tak hanya menjadi magnet atensi publik lokal, tetapi juga dinilai sebagai preseden baru gerakan pemuda Islam yang tidak terjebak dalam seremoni. Sebaliknya, Ansor Sumenep muncul dengan agenda konkret dan berani menyentuh akar persoalan masyarakat: kemandirian pangan, sinergi keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
GP Ansor juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumenep di berbagai bidang. KH. Qumri menyebut bahwa sektor pangan adalah prioritas utama, namun pihaknya juga siap menjalin kerja sama di sektor pendidikan, UMKM, hingga digitalisasi desa.
“Kami hadir untuk bersinergi, bukan sekadar eksis. Ini bukan tentang GP Ansor saja, tapi tentang masa depan Sumenep,” tutupnya.
Acara pelantikan ditutup dengan doa bersama, suasana haru dan optimisme membungkus area pesantren. Semangat kebersamaan dan tekad untuk berkhidmat dengan ikhlas menjelma menjadi energi kolektif yang menjanjikan arah baru gerakan pemuda Islam di Madura. (REDJAVA****)












