JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana Minggu pagi di jantung Kota Sumenep berubah semarak. Ribuan warga tumpah ruah di depan Rumah Dinas Bupati untuk menyaksikan Pawai Sepeda Hias yang digelar meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara tahunan yang selalu ditunggu masyarakat ini secara resmi dilepas oleh Asisten III Setdakab Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH., MH., mewakili Bupati Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir pula sejumlah pejabat penting, di antaranya Asisten II Setdakab Sumenep, Abdul Madjid, S.Sos., M.Si., perwakilan Polres Sumenep, Kodim 0827, pimpinan OPD termasuk Kadisbudporapar H. Ikhsan, S.Pd., MT., perwakilan Kejaksaan, serta para tamu undangan lainnya.
Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Ferdiansyah mengibaskan bendera start kotak hitam-putih sebagai tanda dimulainya iring-iringan peserta. Sorak-sorai warga pun langsung pecah, menyambut parade sepeda berhias yang didominasi oleh kalangan pelajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Pawai sepeda hias ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kreativitas, serta kebersamaan sejak dini,” ujar Ferdiansyah dalam sambutannya.
Sejak start, perhatian warga langsung tertuju pada anak-anak didik yang tampil penuh semangat dengan sepeda berhias aneka kreasi. Ada rombongan yang mengusung ornamen garuda putih raksasa, lengkap dengan sayap menjulang yang membuat suasana karnaval semakin megah. Ada pula kelompok siswi dengan kostum tradisional petani, memakai caping sambil mengayuh sepeda berhiaskan sayuran dan ornamen pertanian.

Kreativitas itu tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat Madura. Kombinasi simbol kebangsaan, budaya tradisi, hingga tema lingkungan menjadikan pawai ini bak panggung ekspresi seni pelajar Sumenep.
Pantauan media, jalan-jalan kota Sumenep dipadati warga dari berbagai kalangan. Anak-anak kecil, remaja, orang tua, hingga wisatawan lokal ikut berbaur menyaksikan jalannya parade. Sorak-sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap rombongan yang melintas, menambah semangat para peserta yang menampilkan kreasi terbaik mereka.
Petugas keamanan dari Polri, TNI, dan Satpol PP berjaga di sepanjang jalur pawai untuk memastikan kegiatan berlangsung lancar dan tertib.

Pawai sepeda hias ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara formal, tetapi juga lewat ekspresi seni dan kreativitas masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda sebagai peserta utama, perayaan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya nasionalisme, gotong royong, dan kebersamaan.
Kemeriahan pagi itu menegaskan satu hal: Sumenep adalah daerah yang tidak hanya kaya tradisi, tetapi juga penuh semangat kreatif yang mampu menyatukan warganya dalam euforia kemerdekaan. (REDJAVA****)









