JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Gelombang kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus menggema dari Kabupaten Sumenep. Melalui kegiatan Paralel Amal, Naghfir Institute kembali menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana nasional yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh serta wilayah terdampak bencana di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat di Kantor Naghfir Institute, Jalan Lingkar Barat, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, pada Minggu (14/12/2025). Sejak pagi hari, puluhan relawan yang terdiri dari para bapak dan ibu masyarakat sekitar tampak bahu-membahu melakukan proses pengepakan dan pembungkusan bantuan. Suasana gotong royong, keikhlasan, dan kepedulian sosial begitu terasa di setiap sudut lokasi kegiatan.
Berbagai jenis bantuan dikemas secara rapi dan terstruktur, sebagai bentuk tanggung jawab moral agar bantuan yang disalurkan benar-benar layak dan tepat sasaran bagi masyarakat korban bencana. Bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi kolektif dari masyarakat, relawan, serta para donatur yang mempercayakan penyalurannya melalui Naghfir Institute.
Direktur Naghfir Institute Sumenep, Dr. Naghfir, menegaskan bahwa kegiatan Paralel Amal ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan bagian dari gerakan kemanusiaan berkelanjutan yang berangkat dari nilai keimanan dan kepedulian terhadap sesama.
“Alhamdulillah, Paralel Amal ini adalah ikhtiar kemanusiaan yang lahir dari kesadaran bersama bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumenep adalah tanggung jawab kita semua. Ketika mereka tertimpa musibah, maka kewajiban kita adalah hadir, membantu, dan menguatkan,” kata Dr. Naghfir di sela kegiatan kepada media ini.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh relawan dan masyarakat yang terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekuatan utama dari gerakan ini adalah kebersamaan dan ketulusan.
“Saya sangat terharu melihat antusiasme para relawan, khususnya bapak-bapak dan ibu-ibu di sekitar Naghfir Institute. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Naghfir menjelaskan bahwa kegiatan Paralel Amal ini dirancang sebagai program respons cepat sekaligus berkelanjutan dalam menghadapi berbagai bencana, baik skala nasional maupun daerah.
“Gerakan ini tidak berhenti pada satu momentum saja. Paralel Amal adalah ikhtiar berkelanjutan yang kami bangun agar Naghfir Institute selalu siap hadir setiap kali masyarakat membutuhkan uluran tangan,” tegas Dr. Naghfir. Naghfir Institute, kata dia, berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini juga menjadi penguat peran Naghfir Institute sebagai lembaga yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan sosial keagamaan, tetapi juga aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban bencana, sekaligus menjadi penguat harapan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi ujian. Naghfir Institute mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi demi kemanusiaan dan persaudaraan.
Paralel Amal ini menjadi bukti bahwa dari Desa Batuan, semangat kemanusiaan dapat menggema hingga ke pelosok negeri, membawa pesan harapan, kepedulian, dan keberkahan bagi semua. (REDJAVA****)












