JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Konstratani Kecamatan Guluk-Guluk kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Lembaga yang berperan aktif dalam mendampingi petani itu sukses menggelar panen perdana padi Indeks Pertanaman (IP) 300 varietas padi hibrida di lahan Kelompok Tani Bumi Makmur Payudan, Dusun Daleman, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kamis (6/11/2025).
Panen dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare dengan hasil produktivitas mencapai 8,2 ton per hektare. Hasil ini disambut penuh syukur oleh jajaran penyuluh dan para petani setempat.
Koordinator BPP Guluk-Guluk, Wawan Kurniawan, mengaku bersyukur atas hasil panen yang sangat memuaskan tersebut. Ia menyebut, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program IP300 memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Guluk-Guluk.
“Alhamdulillah pada hari ini BPP Konstratani Kecamatan Guluk-Guluk mengadakan panen padi IP300 varietas Hibrida di Kelompok Tani Bumi Makmur Payudan. Dengan luasan 0,5 hektare, produktivitas mencapai 8,2 ton per hektare. Hasil ini sangat memuaskan,” ujar Wawan kepada awak media, Kamis (6/11/2025).
Wawan menambahkan, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sistem tanam IP300 bisa menjadi solusi efektif dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional. Karena itu, ia mengimbau agar para petani mulai meningkatkan intensitas tanam sesuai potensi lahan yang dimiliki.
“Yang biasanya menanam satu kali agar bisa dua kali, dan yang dua kali supaya bisa tiga kali tanam dalam setahun. Hasil uji coba hari ini sangat menggembirakan dan membuktikan bahwa IP300 dapat berhasil dengan baik di sini,” katanya.
Selain produktivitas yang tinggi, kondisi tanaman juga dinilai sangat baik. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan varietas padi hibrida Mapan yang dipanen kali ini memiliki rata-rata 20 anakan, 11 malai per anakan, dengan sekitar 124 bulir per malai. Jumlah rumpun per petak 6,25 meter persegi mencapai 139 rumpun, dengan produktivitas total sekitar 8,2 ton per hektare.
Wawan juga menjelaskan bahwa selama masa tanam, kekhawatiran petani terhadap ancaman hama seperti tikus dan burung tidak terbukti. Tanaman tumbuh optimal dan panen berlangsung tanpa kendala berarti.
“Yang selama ini ditakutkan para petani adalah hama burung dan tikus. Namun Alhamdulillah, tanaman tumbuh bagus, hama tikus hampir tidak ada, dan burung juga tidak masuk ke lahan. Panen pun berjalan maksimal,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Wawan, juga didukung oleh kondisi tanah yang subur dan ketersediaan air yang melimpah di Desa Payudan Daleman. Ia menilai dua faktor itu menjadi keunggulan tersendiri yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di kawasan tersebut.
“Di Desa Payudan Daleman ini, tanahnya bagus dan airnya cukup melimpah. Karena itu, kami mengimbau kelompok tani melalui Gapoktan Desa Payudan Daleman untuk memanfaatkan kondisi ini secara optimal agar hasil padi meningkat di tahun depan,” tutur Wawan.
Meski demikian, ia tak menampik masih ada tantangan besar dalam upaya peningkatan indeks pertanaman, terutama karena sebagian petani lebih memilih menanam tembakau di musim kemarau.
“Tantangan terbesar bagi kami selaku penyuluh adalah kebiasaan petani pada saat musim kemarau menanam tembakau, karena hasilnya cepat dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka bilang, ‘namen bhekoh tiga ebuh coklak bisa sama dengan tanam padi sepuluh ebuh coklak’. Ini tantangan berat, apalagi kalau tanam padi di musim kemarau yang rawan hama tikus dan burung, ditambah lagi ketersediaan air yang memang masih kurang,” ungkapnya.
Meski begitu, Wawan tetap optimistis sistem tanam IP300 akan terus berkembang di Kecamatan Guluk-Guluk pada tahun-tahun mendatang.
“Ini panen IP300 pertama yang kami lakukan secara langsung. Semoga tahun depan luasannya bisa meningkat lagi melalui sosialisasi dan himbauan kepada petani-petani lainnya di Kecamatan Guluk-Guluk,” pungkasnya. (REDJAVA****)












