JAVANETWORK.CO.ID.KLATEN – Semangat persaudaraan para perantau yang tergabung dalam Paguyuban Toko Kelontong Madura (TKM) Klaten kembali menghangat dalam pertemuan rutin mingguan yang digelar di Desa Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir dari toko satu anggota ke toko anggota lainnya setiap pekan.
Sistem tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus pemerataan peran di antara para pemilik warung yang merintis usaha di tanah rantau.
Ketua Paguyuban Toko Kelontong Madura Klaten, Andi Priyo Subarno, menjelaskan bahwa pola pertemuan berpindah-pindah merupakan kesepakatan bersama seluruh anggota.
“Setiap minggu tempatnya berpindah dari satu toko anggota ke anggota yang lain. Ini supaya semua merasakan kebersamaan dan saling menguatkan,” ujar Andi.
Menurut pria asli kecamatan Bluto itu mengatakan pertemuan rutin ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan wadah mempererat silaturahmi dan memperkokoh solidaritas.
“Di perantauan, kekompakan adalah kekuatan utama. Kalau ada anggota yang mengalami kendala usaha atau persoalan pribadi, kita bisa saling membantu dan memberi solusi,” katanya.
Selain membahas perkembangan usaha dan dinamika perdagangan, kegiatan juga diisi dengan pengajian serta tahlil bersama. Lantunan doa dan tausiyah menjadi penguat spiritual bagi para anggota.
“Kami ingin usaha berjalan lancar, tapi juga tetap menjaga nilai keagamaan. Dengan pengajian dan tahlil, semoga kebersamaan ini selalu diberkahi,” tutup Andi.
Melalui kegiatan rutin yang digelar secara bergilir ini, Paguyuban TKM Klaten menunjukkan bahwa nilai gotong royong, kekeluargaan, dan spiritualitas tetap menjadi fondasi utama dalam menjalani kehidupan dan usaha di tanah rantau. (REDJAVA/$$$)











